Andra Soni saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung–Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang. (Dok. Humas Provinsi Banten)

Beranda / Daerah / KRL Bakal Diperpanjang sampai Merak

KRL Bakal Diperpanjang sampai Merak

PravadaNews – Layanan KRL yang saat ini berakhir di Rangkasbitung berpeluang diperpanjang hingga Merak. Hal itu terjadi karena kebutuhan transportasi publik di Banten terus meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat. 

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan proyek elektrifikasi KRL dari Rangkasbitung hingga Merak dengan estimasi investasi mencapai Rp 1,29 triliun.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, proyek tersebut mencakup pembangunan jalur ganda atau double track untuk meningkatkan kapasitas layanan kereta api di wilayah Banten.

“Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” ujar Andra Soni dalam keterangannya, dikutip Senin (5/10/2026).

Menurut Andra, rencana elektrifikasi Rangkasbitung-Merak sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Namun, program tersebut belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra).

Oleh karena itu, Pemprov Banten saat ini sedang menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk memperkuat usulan proyek tersebut kepada pemerintah pusat. Studi tersebut akan menjadi dasar untuk melihat kelayakan proyek dari sisi operasional maupun pembiayaan.

“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” kata Andra Soni.

Adapun kebutuhan peningkatan kapasitas transportasi kereta api saat ini diketahui semakin mendesak. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pada 2025 mencapai 77,5 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 85 juta orang pada 2026.

Tingginya jumlah penumpang tersebut turut membuat tingkat keterisian KRL pada jam sibuk mencapai 161 persen. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan perlunya pengembangan jalur kereta sekaligus elektrifikasi hingga wilayah Banten bagian barat.

Berdasarkan studi kelayakan, proyek elektrifikasi Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 1,29 triliun. Jika terealisasi, kapasitas layanan harian diproyeksikan meningkat dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

Adapun dalam proses pembuatannya, pembangunan jalur tersebut rencananya dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dimulai dari lintas Rangkasbitung-Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga berakhir di Merak.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi menyebut, penyusunan FS menjadi tahapan penting untuk membawa usulan tersebut ke tingkat pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” kata Budi.

Budi pun berharap proses pengembangan tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan. Begitupula dengan Stasiun Cipokok Jaya yang juga diharapkan dapat beroperasi kembali sebagai bagian dari pengembangan konektivitas jalur tersebut.

“Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana,” ucap Budi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *