Ilustrasi uang Ripiah. (Kapoy/Pravada

Beranda / Ekonomi / Menutup Perdagangan Hari Ini Rupiah Tertekan

Menutup Perdagangan Hari Ini Rupiah Tertekan

PravadaNews – Rupiah kian tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS)! Menutup perdagangan Rabu (14/10/2026), rupiah kembali melemah ke level Rp17.903 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terkoreksi tipis 0,02% atau tiga poin, menambah tekanan di tengah perjuangannya menghadapi konflik di Timur Tengah.

“Pelemahan rupiah berlanjut, seiring konflik yang makin meruncing di Timur Tengah. Kelompok Houthi Yaman menyerang gedung milik perusahaan minyak Saudi, Aramco di kota Dhahran,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.

Sementara itu, Iran menerapkan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.

Sumber dari kalangan pejabat Iran mengatakan, tujuannya agar harga minyak tetap tinggi dan memengaruhi pemilu sela di AS.

Di Rusia, pemerintahnya menyatakan tidak ada kaitan langsung antara perundingan damai dengan Ukraina dan kesepakatan ekspor solar ke AS.

Sebelumnya, AS mengklaim gencatan senjata Rusia-Ukraina adalah bagian dari kesepakatan impor solar dari Rusia.

“Pelaku pasar kini menantikan laporan Indeks Harga Konsumen di AS guna mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga. IHK bulan September diperkirakan naik 0,6 persen secara bulanan dari 0,4 persen pada September,” ucap Ibrahim.

Di dalam negeri, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026. Proyeksi direvisi ke atas dari 5 persen ke 5,1 persen.

Namun, tingkat inflasi 2026 diproyeksikan naik hingga ke 3,3 persen secara tahunan. Sedangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 tidak berubah dari 5,1 persen.

“IMF menyoroti dua kekuatan transformatif ekonomi global yaitu geopolitik dan teknologi. Setiap negara dinilai memiliki dampak paparan berbeda dari sisi ekonomi,” ujar Ibrahim mengutip laporan IMF.

Seberapa besar dampaknya tergantung pada kedekatan dengan wilayah konflik maupun sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas.

Selain itu, situasi ekonomi setiap negara berbeda tergantung pada kemampuan mereka memanfaatkan lonjakan sektor kecerdasan buatan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *