PravadaNews – Rencana penandatanganan 168 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 disertai pesan dari Presiden Prabowo Subianto agar kesepakatan dagang benar-benar menghasilkan transaksi ekspor.
Pesan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pembukaan TEI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Dalam sambutan ini, pemerintah menekankan manfaat kerja sama perdagangan internasional harus dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar tercatat dalam dokumen perjanjian.
“Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat,” ujar Bahlil saat membacakan sambutan mewakili Presiden Prabowo.
Selain manfaat bagi masyarakat, pemerintah juga menyoroti pelaksanaan kerja sama setelah kesepakatan ditandatangani oleh para pihak.
“Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut,” lanjut Bahlil.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah meminta para eksportir memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang sudah berlaku. Kemudahan prosedur ekspor serta akses pembiayaan dan asuransi yang terjangkau juga menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, di luar naskah sambutan Presiden, Bahlil secara khusus meminta penyederhanaan persetujuan teknis (pertek) yang menghambat kegiatan ekspor agar proses perdagangan tidak berbelit-belit.
Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), penandatanganan MoU pada hari pertama TEI 2026 ini melibatkan eksportir Indonesia dan calon pembeli dari 22 negara.
Untuk mendorong transaksi, Kemendag telah menyiapkan penjajakan bisnis sebelum pameran agar pelaku usaha dapat bertemu dengan calon pembeli sesuai produknya. Pendampingan juga dilakukan setelah kontrak dagang ditandatangani.
Hingga Senin (21/9), Kemendag mencatat 17 sesi presentasi bisnis dan persiapan penjajakan dagang yang melibatkan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan 46 perwakilan perdagangan (perwadag) RI di 33 negara turut membantu eksportir memenuhi standar produk dan mengawal kesepakatan dagang.
“Kami akan terus mendorong perwadag RI untuk aktif membuka peluang pasar, mempertemukan eksportir dengan calon pembeli melalui penjajakan bisnis (business matching), dan memberikan pendampingan hingga transaksi terealisasi,” tutur Fajarini dalam keterangan resmi Kemendag, Kamis (1/10).
Sebelumnya, TEI 2025 mencatat potensi transaksi sebesar 22,83 miliar dolar AS dari target 16,5 miliar dolar AS. Adapun TEI 2026 menargetkan potensi transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS dengan pemantauan realisasi kontrak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.















