PravadaNews – Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi salah satu ajang pemerintah dalam menjaring siswa berprestasi melalui kompetisi akademik tingkat nasional.
Lebih dari dua dekade berjalan, OSN berkembang sebagai bagian dari sistem pengembangan talenta murid di bidang sains dan pendidikan. Diketahui, ajang ini pertama kali diselenggarakan pada 2002 di Yogyakarta.
Pada 2020, OSN sempat menggunakan nama Kompetisi Sains Nasional (KSN) setelah pembentukan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sebelum kembali menggunakan nama OSN pada 2022.
Pengelolaan talenta murid kemudian diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Regulasi tersebut mengatur tahapan identifikasi, pengembangan, aktualisasi, apresiasi, hingga kapitalisasi talenta murid secara berjenjang.
Seiring kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Puspresnas mengalami penyesuaian anggaran yang turut memengaruhi dukungan terhadap penyelenggaraan OSN. Kondisi itu kembali memunculkan pembahasan mengenai posisi OSN sebagai bagian dari pengembangan talenta nasional.
Ekonom sekaligus Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menilai OSN memiliki fungsi strategis karena menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap prestasi siswa maupun sekolah.
“Yang lebih ini yang kita sayangkan adalah kemudian juga ini mengurangi dari brand image dari OSN yang selama ini kan dipakai untuk mengukur salah satunya bentuk-bentuk prestasi, penghargaan baik terhadap siswa maupun sekolah secara keseluruhan,” ujar Eko saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).
Dalam hal pembangunan sumber daya manusia, Eko menjelaskan keberadaan kompetisi seperti OSN tetap membutuhkan dukungan anggaran agar dapat menjalankan perannya.
“Jadi jangka pendeknya jangan dipangkas menurut saya, apalagi kan ini narasi kita ke depan itu adalah narasi pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya itu adalah dengan membuat atau menciptakan bentuk-bentuk kompetisi seperti OSN ini yang memberi insentif langsung baik jangka pendek kepada para siswa pada sekolahan dan juga jangka panjangnya,” kata Ekonom ini.
Keberlanjutan OSN, menurutnya, juga berkaitan dengan bagaimana sistem pendidikan mampu menjaga jalur pengembangan bagi siswa yang memiliki kemampuan khusus di bidang tertentu.















