PravadaNews – Akses terhadap layanan pengujian alat ukur kini diperluas hingga tingkat kecamatan di Kota Tangerang. Salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang, yakni melakukan jemput bola agar pedagang kecil dan masyarakat dapat memperoleh layanan uji tera ulang tanpa dipungut biaya.
Layanan tersebut merupakan bagian dari program rutin tahunan yang diselenggarakan Pemkot Tangerang.
Penera Ahli Madya UPT Pelayanan Metrologi Legal Kota Tangerang, Sunoto mengatakan, layanan jemput bola tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang kecil, dalam mendapatkan pemeriksaan alat ukur.
“Kami memang sudah rutin memberikan layanan uji tera ke kecamatan seperti ini. Jadi tidak hanya memberikan layanan metrologi ke industri maupun ke pasar, kami juga menggelar layanan di kecamatan untuk memfasilitasi para pedagang kecil sampai posyandu setempat. Sekarang sudah ada sembilan kecamatan yang telah didatangi,” ujar Sunoto di Kantor Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Sunoto, pelayanan metrologi legal tidak hanya menyasar sektor industri maupun pasar, tetapi juga diperluas hingga tingkat kecamatan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pengujian alat ukur.
Melalui layanan tersebut, kata Sunoto, masyarakat dapat memeriksakan keakuratan timbangan yang digunakan untuk kegiatan perdagangan maupun pelayanan sosial tanpa dipungut biaya.
Selain melakukan pengujian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan tim teknis untuk menangani alat ukur yang mengalami gangguan kalibrasi hingga kerusakan.
“Prosesnya menguji keakuratan alat ukurnya, kalaupun ada gangguan teknis bahkan kerusakan, sudah ada tim teknis yang disediakan memperbaikinya langsung saat ini juga. Kalau sudah, kami memberikan stiker khusus sebagai penanda alat ukur telah diuji telah sekaligus dipastikan keakuratannya,” kata Sutono.
Setelah proses pemeriksaan selesai, petugas akan memberikan stiker khusus sebagai tanda bahwa alat ukur telah menjalani pengujian dan dipastikan tingkat keakuratannya.
Layanan tersebut juga dimanfaatkan oleh pengurus posyandu di wilayah Kecamatan Larangan. Sejumlah pengurus posyandu membawa timbangan bayi dan balita untuk menjalani pemeriksaan ulang oleh petugas.
Ketua Posyandu Taman Cipulir, Ana Eko, mengatakan pemeriksaan tersebut membantu pengurus posyandu memastikan timbangan yang digunakan dalam kegiatan pelayanan masyarakat masih berfungsi secara akurat.
“Kami tadi membawa timbangan yang biasanya digunakan pelayanan posyandu untuk diukur keakuratannya oleh petugas. Sangat bermanfaat ya, kami jadi mendapatkan informasi dan edukasi sekaligus memastikan aktivitas pengukuran tidak ada kesalahan karena alatnya yang sudah tidak akurat lagi,” ucap Ana.













