PravadaNews – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pelamar yang lolos tahapan akhir rekrutmen pegawai Koperasi Desa (KDMP) dan Nelayan Merah Putih diwajibkan untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian Komponen Cadangan (Komcad).
Dalam keteranganya, sosok yang akrab disapa Zulhas itu menyebut pengumuman hasil tes akhir dari rekrutmen pegawai KDMP tersebut dijadwalkan pada 7 Juni 2026.
Adapun setelah dinyatakan lulus peserta akan menjalani rangkaian kegiatan pelatihan yang mencakup pendidikan dasar kemiliteran atau Komcad serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang.
“Pengumuman hasil test akhir dijadwalkan 7 juni 2026 yang akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial serta kompetensi bidang,” ujar Zulhas di gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Titipan di Seleksi KDMP
Sementara, saat ini, proses seleksi rekrutmen telah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026.
Zulhas mengungkapkan tahapan ujian tersebut akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
“Peserta akan diberi kemudahan guna memilih lokasi ujian terdekat dengan domisili masing-masing. Sistem CAT ini sudah digunakan secara luas dalam seleksi aparatur sipil negara, sehingga tidak perlu diragukan lagi transparansinya,” terang Zulhas.
Disisi lain Zulhas menegaskan, bahwa pihaknya telah membentuk panitia seleksi nasional untuk mengawasi seluruh rangkaian proses seleksi di setiap daerah.
Zulhas menekankan tim panitia seleksi nasional itu akan bertugas mengawal ketat seluruh proses rekrutmen pegawai KDMP dan program kampung nelayan.
Zulhas menerangkan bahwa test kompetensi tersebut dilaksanakan dengan menggunakan komputer assisted test yang bertempat pada 72 titik lokasi di seluruh indonesia.
“Jadi ini ada 72 titik dan tes ini sudah terbukti, jadi ini sudah terbukti sodara sodara test pns semua pakai CAT jadi tidak perlu diragukan karena semua ASN pakai ini,” ujar Zulhas.
Zulhas juga menegaskan akan menjamin proses seleksi berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Zulhas menambahkan perhatian pemerintah terhadap kawasan tersebut semakin besar dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga seluruh proses berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat desa dan pesisir, jadi luar biasa perhatian presiden terhadap desa dan pesisir yang selama ini menjadi daerah tertinggal,” ungkap Zulhas.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada putra-putri terbaik bangsa yang tengah berjuang dalam seleksi ini,” pungkas Zulhas.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menyebut bahwa pegawai Kopdes, Kopkel hingga Nelayan Merah Putih berstatus pegawai bukan sebagai aparatur sipil negara.
Sosok yang akrab disapa Rini itu mengatakan, bahwa para pegawai Kopdes, Kopkel dan Nelayan Merah nantinya akan berstatus sebagai pegawai koperasi dengan skema berbasis kinerja.
“Ini bukan seleksi CPNS atau PPPK. Ini pegawai koperasi, mengikuti skema BUMN dan berbasis kinerja,” kata Rini.
Rini mengungkapkan, para peserta yang berhasil lolos dalam proses seluruh tahapan nantinya akan menjalani masa evaluasi kinerja terlebih dulu untuk memastikan kemampuan dan kompetensinya.
“Nanti dididik dulu, kemudian kita lihat kinerjanya. Karena kita cari SDM yang skill-nya benar-benar bagus,” ungkap Rini.
Selain itu, Rini memastikan bahwa proses seleksi atau rekrutmen dari pegawai Kopdes, Kopkel Merah Putih dan Nelayan Merah Putih itu terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Rini menekankan bahwa seluruh masyarakat yang sudah mengirim dokumen data surat lamarannya memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.
“Ini terbuka untuk seluruh Indonesia. Tidak melihat daerah, yang penting kemampuan dan siap ditempatkan di mana saja,” tutup Rini.















