Beranda / Mancanegara / Pemakaman Ayatollah Berhadapan dengan Serangan AS

Pemakaman Ayatollah Berhadapan dengan Serangan AS

PravadaNews – Prosesi pemakaman besar di Irak sebagai langkah internasional Iran yang menguat, menimbulkan reaksi ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat yang beriringan dengan berlanjutnya operasi militer Washington, atas ancaman kebijakan Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) menilai serangan Amerika Serikat muncul sebagai respons tergesa-gesa terhadap besarnya partisipasi massa dalam prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Lembaga tersebut menyebut langkah Washington tidak mampu mengalihkan perhatian publik internasional dari rangkaian kegiatan yang berlangsung di Irak.

“Prosesi pemakaman yang megah ini membuat para penguasa Amerika yang arogan dipenuhi rasa takut dan memaksa mereka bereaksi dengan tergesa-gesa terhadap demonstrasi kekuatan rakyat ini,” ujar IRGC, melansir Press TV, Kamis (9/72026).

Pernyataan itu menyebut serangan militer Amerika tidak mengubah dukungan masyarakat terhadap prosesi pemakaman. Selanjutnya, IRGC menyampaikan Amerika Serikat berupaya menutupi perhatian dunia terhadap peristiwa besar tersebut melalui tindakan militer.

“Washington berupaya untuk menutupi berita tentang peristiwa epik yang tak tertandingi ini dan menyembunyikan peristiwa inspiratif ini dari pandangan dunia,” kata IRGC.

Adapun Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan tekanan militer Amerika tidak akan menghentikan respons masyarakat terhadap kebijakan Washington. Disebutkan tindakan justru memperkuat tekad publik dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, Iran merespons perkembangan konflik melalui kebijakan terkait jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan pembukaan kembali jalur tersebut dilakukan setelah persyaratan Teheran terpenuhi bukan karena ancaman dari Washington.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyelesaikan gelombang serangan tambahan terhadap Iran. Operasi tersebut dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial dan pelaut sipil di kawasan Selat Hormuz.

Lebih lanjut, CENTCOM menyebut sekitar 90 target militer Iran menjadi sasaran dalam serangan terbaru tersebut. Target yang diserang meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pantai, penyimpanan rudal dan drone, serta infrastruktur logistik militer.

“Pasukan Komando Pusat AS menyelesaikan serangkaian serangan tambahan terhadap Iran pada 8 Juli untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang tidak bersalah di Selat Hormuz,” ujar CENTCOM.

Sebelumnya, Komando Pusat AS juga menyatakan telah menyerang sekitar 80 target di Iran dalam operasi sebelumnya. Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas terkait kemampuan pertahanan udara, pengawasan wilayah, serta aset militer Iran.

Seperti diketahui, situasi kawasan kembali memanas setelah ancaman kembali berlanjut atas kebijakan di kawasan Selat Hormuz. Glombang serangan beriringan dengan prosesi pemakaman yang jadi perhatian internasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *