PravadaNews – Pasar Tiongkok menjadi salah satu tujuan yang dibidik pemerintah untuk memperluas perdagangan komoditas pertanian Indonesia. Salah satu komoditas yang didorong pengembangannya, yakni komoditas kopi, kelapa, dan durian.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan ke Tiongkok sekaligus memperkuat hubungan perdagangan di sektor pertanian.
“Kita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,” ujar Amran dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Lebih lanjut, Amran menjelaskan, kerja sama perdagangan dengan Tiongkok dinilai perlu dilakukan karena dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Di antaranya, dapat memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas dalam negeri, dan bisa memperluas akses pasar bagi produk pertanian nasional.
Maka dari itu, untuk menjalankannya, Amran mengusulkan pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian. Pengembangan klaster tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan peluang investasi kepada perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di Indonesia. Sektor yang ditawarkan meliputi industri kelapa dan produk turunannya serta pengolahan rumput laut.
Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan kawasan khusus yang dilengkapi kesiapan lahan, legalitas, dan dukungan insentif untuk mempermudah investor merealisasikan pembangunan industri.
“Lahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” jelas Amran.
Menanggapi pengembangan komoditas unggulan tersebut, Menteri Pertanian Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Zhang Zhu menyampaikan, Tiongkok akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama kopi, kakao, dan kelapa sawit.
Pembentukan kelompok kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat pembahasan teknis sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama perdagangan dan pengembangan komoditas antara kedua negara.














