PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan 70 ribu polisi hutan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prabowo menilai penambahan personel diperlukan karena jumlah polisi hutan yang saat ini berada di bawah Kementerian Kehutanan baru sekitar 20 ribu orang.
“Tolong sampaikan ke MenPAN-RB ya, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” ujar Prabowo, dikutip Selasa (13/10/2026).
Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla secara hibrida pada Senin (12/10/2026). Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pengawasan hutan dengan melibatkan lebih banyak personel.
Prabowo juga membuka opsi pelibatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pelatihan calon polisi hutan. Prabowo meminta Kapolri membantu proses pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan personel tersebut.
“Ya kalau enggak, ya minta dilatihlah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya aja polisi hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, penanganan karhutla membutuhkan pengerahan personel dalam jumlah besar, baik untuk mengatasi kebakaran yang sedang berlangsung maupun mengantisipasi kejadian serupa pada masa mendatang. Karena itu, ia menilai mitigasi dan pengawasan kawasan hutan perlu diperkuat.
Prabowo menyebut jumlah titik atau kejadian kebakaran yang ditangani pemerintah telah menurun tajam dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Prabowo mengatakan, jumlah yang sebelumnya mencapai ratusan ribu kini telah turun menjadi di bawah seribu, meski rincian satuan pengukuran dan periode datanya tidak dijelaskan dalam pernyataan tersebut.
“Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah seribu. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi ke depan,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa Presiden memberikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada personel TNI, Polri, dan berbagai unsur lain yang masih bekerja memadamkan kebakaran.
“Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit, baik TNI, Polri, termasuk seluruh komponen yang terlibat di sana,” kata Dudung seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Dudung mengatakan, Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla dan meminta seluruh unsur terkait mengoptimalkan upaya pemadaman. Pemerintah juga mendorong penguatan langkah pencegahan agar kebakaran dapat segera diatasi dan tidak meluas.
“Ya, Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini,” ujar Dudung.















