PravadaNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali ke jalur positif setelah Gelombang penataan ulang (rebalancing) indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Mei 2026 resmi mencapai puncaknya pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2026).
Sentimen ini memicu peningkatan volume perdagangan yang signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring langkah para manajer investasi (fund manager) pasif global dalam menyesuaikan portofolio mereka sebelum indeks baru efektif berlaku per 1 Juni 2026.
Sebagaimana diketahui, meskipun sudah rampung tetapi IHSG masih tertekan tipis di tengah tingginya volatilitas. Efek penyesuaian portofolio ini membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,05% ke level 6.127,38 pada penutupan perdagangan Jumat (29/5).
Aktivitas pasar bergerak sangat dinamis sepanjang hari dengan mencatatkan 430 saham melemah, 284 saham menguat, dan 245 saham lainnya bergerak stagnan.
Aksi lego saham oleh investor asing (net foreign sell) mewarnai lantai bursa, khususnya membidik saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Investor asing mencatatkan pelepasan masif pada beberapa emiten utama.
PT Chandra Asri Pacific Tbk ($TPIA): Mencatat net foreign sell terbesar senilai Rp2,44 triliun, membuat harganya terkoreksi ke Rp1.785. PT Bank Central Asia Tbk ($BBCA): Mengalami aksi jual bersih asing senilai Rp2,24 triliun dan harganya merosot 4,60% ke level Rp5.700.
PT Amman Mineral Internasional Tbk ($AMMN): Mencatatkan net sell sebesar Rp1,99 triliun. Saham Perbankan & Ritel Lainnya: $BBRI membukukan net sell Rp855,37 miliar, $BMRI sebesar Rp813,26 miilar, dan $AMRT mencatat net sell Rp635,46 miliar.
Praktisi pasar modal senior, Hans Kwee, mengatakan untuk perdagangan Selasa (2/6/2026) kemungkinan besar akan bergerak positif. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya saham yang auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat (29/5).
“Harusnya, selasa pasar lebih positif. Rasanya sudah tidak ada (pengaruh Rebalancing MSCI). Kemarin tidak ada yang ARB,” ujar Hans ketika dikonfirmasi Pravadanews, Sabtu (30/5/2026).
Hans memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support di 6.100 dan resistance di 6.286. (Jati)















