PravadaNews – Keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dengan melakukan perombakan (Reshuflle) kabinet jajaran Menteri mendapatkan perhatian dari Pengamat politik Hendri Satrio.
Adapun keputusan perombakan sejumlah Menteri di kabinet Merah Putih itu dinilai sebagai respons awal Presiden Prabowo terhadap tekanan publik.
Dalam keteranganya sosok yang akrab disapa Hensat itu menyebut langkah perombakan Menteri itu merupakan siasat dari Presiden dalam rangka menjawab sebagian desakan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.
Meski keputusan itu belum dapat menyentuh seluruh akar persoalan kinerja pemerintahan namun isu dorongan reshuffle itu sudah lama mengemuka di ruang publik.
“Dari media sosial sampai berbagai forum diskusi, suara publik konsisten meminta evaluasi terhadap pejabat yang kinerjanya dianggap belum memuaskan,” ujar Hensat, kepada PravadaNews Rabu (29/4/2026).
“Tapi saya melihat ini baru langkah awal, belum final,” lanjut Hensat.
Di sisi lain, Hensat melihat bahwa perombakan posisi dari sejumlah Menteri yang telah putuskan pada Senin pekan ini belum merupakan bagian dari langkah final Presiden Prabowo.
Menurut Hensat, Presiden masih akan mencermati dinamika politik dan respons masyarakat sebelum menentukan komposisi kabinet yang lebih permanen.
Pendiri lembaga survei Kedai KOPI itu menilai, keputusan Reshuflle sejumlah Menteri yang diambil Presiden Prabowo tersebut hanya bagian dari langkah awal untuk mengevaluasi kerja-kerja jajaran Menteri di istana.
“Ini baru langkah awal. Presiden tampaknya juga masih membaca situasi dan akan menyesuaikan timnya ke depan,” kata Hensat.
Sementara itu, Hensat meminta Presiden Prabowo untuk terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh pembantunya di istana dan tidak berhenti pada reshuffle kali ini.
Hensat menambahkan, ekspektasi publik dalam memulai kinerja para jajaran menteri terus berkembang seiring dengan tuntutan perbaikan kinerja pemerintahan.
“Presiden tampaknya masih akan terus membaca situasi dan juga menyesuaikan komposisi timnya ke depan,” terang Hensat.
“Jangan berhenti di sini, karena ekspektasi publik juga akan terus bergerak,” tutup Hensat.
Sebagai informasi, terdapat enam nama tokoh yang resmi dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin (27/4/2026).
Adapun enam nama tersebut, yakni tokoh aktivis buruh Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan.
Selain itu nama yang telah dilantik lainya yakni mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Dua nama lainya yakni, Hasan Nasbi sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi dan juga Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina indonesia.
Dalam kesempatan pelantikan itu Presiden Prabowo juga memimpin langsung sumpah jabatan yang dilakukan Jumhur.
“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ungkap Presiden Prabowo mendiktekan sumpah jabatan.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden Prabowo.
Setelah pengucapan sumpah, para pejabat yang dilantik Presiden kemudian menandatangani berita acara pelantikan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029.















