Pravadanews – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah industri padat karya dinilai tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi perekonomian domestik. Justru, melemahnya permintaan global disebut menjadi faktor utama yang menekan industri berorientasi ekspor.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, penurunan daya beli global dianggap sangat berdampak langsung terhadap permintaan produk tekstil, garmen, alas kaki, makanan, dan minuman dari Indonesia.
“Saya menemukan bahwa penyebab PHK pertama adalah akibat daya beli global. Jadi bukan Indonesia, tetapi daya beli masyarakat global,” unar Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Said Iqbal, penurunan permintaan sejumlah merek internasional turut berimbas terhadap pabrik-pabrik di Indonesia yang mengandalkan pesanan dari luar negeri. Kondisi itu terutama dirasakan oleh perusahaan tekstil, garmen, dan alas kaki di Jawa Tengah serta Jawa Barat.
Ia mencontohkan perusahaan alas kaki Feng Tay, yakni Nike, yang memproduksi sepatu untuk sejumlah merek global. Namun karena permintaan terhadap produk tersebut semakin menurun, maka perusahaan sempat berencana mengurangi pekerja akibat kekosongan pesanan atau gap order.
“Hampir saja dilakukan efisiensi, tetapi dengan pengaturan yang diintervensi tidak terjadi pemutusan hubungan kerja,” kata Said Iqbal.
Selain lesunya permintaan global, Said Iqbal menyebut gelombang PHK dipengaruhi masuknya produk impor berharga murah, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta keputusan perusahaan induk asing menarik kegiatan produksinya dari Indonesia.
Maka dari itu, untuk mencegah PHK meluas, Said Iqbal meminta pemerintah untuk melakukan deregulasi terhadap aturan yang menghambat kegiatan usaha, membatasi impor, menjaga stabilitas rupiah, serta memperbaiki iklim investasi.
“Penyebabnya berbeda-beda. Harus diketahui kualifikasi penyebabnya agar bisa dicari solusinya dalam bentuk intervensi kebijakan oleh negara,” ucap dia.















