PravadaNews – Serangan pesawat nirawak (unmanned aerial vehicles/UAV) Ukraina kembali menembus pertahanan udara Rusia dan memicu korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas sipil di wilayah Tambov dan Moskow.
Meski Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah berhasil mencegat 379 UAV dalam gelombang serangan tersebut, sistem pertahanan yang dikerahkan belum mampu sepenuhnya menghalau serangan, sehingga dampak terhadap kawasan permukiman dan infrastruktur sipil tetap tidak dapat dihindari.
Kepala Wilayah Tambov Yevgeny Pervyshov mencatat pusat logistik Wildberries di Kotovsk menanggung dampak terberat dalam rangkaian serangan tersebut. Tujuh pekerja tewas dan 25 orang terluka setelah UAV menghantam fasilitas logistik pada malam hari.
“Serangan Ukraina terhadap Kotovsk merupakan serangan terbesar dan paling tidak manusiawi di wilayah tersebut,” jelas Pervyshov melansir Kantor Berita TASS, dikutip Minggu (19/72026).
Selanjutnya, Pervyshov mencatat empat bangunan tempat tinggal di Desa Kuzmino-Gat turut mengalami kerusakan akibat serangan. Sebanyak 22 korban menjalani perawatan rumah sakit dengan delapan pasien berada dalam kondisi serius.
Penanganan lanjutan dalam kasus ini, tim medis federal dikirim menuju Tambov untuk membantu korban luka di sejumlah rumah sakit. Ungkap mantan Wali Kota Krasnodar, UAV yang menyerang Kotovsk dilengkapi peluru pecahan untuk memperbesar jumlah korban.
Sementara itu, Ketua Komite Urusan Internasional Dewan Federasi Rusia Grigory Karasin menjanjikan balasan cepat dan tegas atas serangan tersebut. Kebijakan balasan muncul setelah pusat logistik di Tambov dan Moskow menjadi sasaran UAV Ukraina.
Lebih jauh, Karasin menilai serangan terhadap gudang Wildberries menandai peningkatan ketegangan karena fasilitas penting masyarakat turut menjadi sasaran. Ketua Komite Urusan Internasional tersebut menghubungkan serangan terbaru dengan penyerangan sekolah permukiman dan monumen bersejarah.
“Saya akan membatasi diri pada satu kata yaitu memalukan dan respons kami akan cepat serta tegas,” tulis Karasin, Sabtu (18/7).
Adapun, Karasin menilai penargetan infrastruktur sosial bertujuan menciptakan kekacauan di tengah masyarakat. Serangan terhadap pusat logistik dinilai sebagai fase baru dalam peningkatan serangan UAV menuju wilayah Rusia.
Pada saat yang sama, respons keras sebagai jawaban atas serangan yang telah menjangkau fasilitas sipil dan jalur distribusi. Penempatannya terhadap rincian kebijakan balasan Rusia belum disampaikan setelah pertahanan udara mencegat 379 UAV di berbagai wilayah.
Seperti diketahui, serangan terhadap gudang Wildberries mengancam keselamatan pekerja sekaligus mengganggu distribusi barang kepada masyarakat. Serangan tersebut kemudian memicu ancaman pembalasan Rusia, meski bentuk operasi, sasaran, dan batas tindakannya belum diperinci.















