PravadaNews – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, meminta The Jakmania melakukan introspeksi setelah klub dijatuhi sanksi akibat kericuhan suporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang di Super League 2026/2027.
Shin berharap para pendukung Macan Kemayoran menunjukkan sikap lebih dewasa agar tidak merugikan tim yang sedang berjuang di kompetisi.
Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul kericuhan di tribune saat Persija menghadapi Persita pada pekan kelima di Banten International Stadium (BIS), pekan lalu. Dalam pertandingan itu, Persija harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.
Insiden yang melibatkan suporter Persija dan pendukung Persita menjadi persoalan serius bagi klub ibu kota. Akibat kejadian tersebut, Persija dikenai denda total Rp90 juta serta larangan menghadirkan suporter dalam pertandingan tandang selama setengah musim.
Shin berharap hukuman tersebut menjadi pelajaran bagi The Jakmania agar kejadian serupa tidak terulang. Menurut Shin, tindakan yang memicu keributan bukan hanya berdampak kepada suporter, tetapi juga merugikan klub dan tim.
“Saya berharap para suporter tidak lagi melakukan tindakan seperti itu. Perilaku tersebut bisa merugikan klub, tim, dan juga para suporter sendiri,” kata Shin dikutip Kamis (22/10/2026).
Di tengah persoalan sanksi tersebut, Shin justru melihat contoh positif ketika Persija menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/10/2026), Persija sukses meraih kemenangan telak 5-1 atas tim berjuluk Singo Edan.
Selain puas dengan hasil pertandingan, pelatih asal Korea Selatan itu mengapresiasi suasana di tribune yang memperlihatkan keharmonisan antara The Jakmania dan Aremania. Shin menilai dukungan suporter seharusnya menjadi bagian positif dari sepak bola, bukan justru memicu konflik.
“Sebagai pelatih, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Kita harus saling menghormati. Suporter kami harus menghormati suporter tim tamu, begitu juga ketika kami bertandang ke markas lawan, kami harus menghormati suporter tuan rumah,” ujar Shin.
Shin menegaskan bahwa sikap saling menghormati perlu dijaga dalam setiap pertandingan, baik ketika Persija bermain di kandang maupun saat bertandang ke markas lawan. Menurut Shin, atmosfer sepak bola yang positif dapat tercipta ketika suporter kedua tim mampu menjaga hubungan baik.
“Saya sangat menginginkan suasana seperti ini. Saya benar-benar senang melihat kondisi yang positif seperti sekarang,” tambah Shin.
Bagi Shin, kemenangan atas Arema FC menjadi salah satu contoh bahwa persaingan di lapangan dapat berjalan beriringan dengan keharmonisan di tribune. Shin berharap The Jakmania terus memberikan dukungan kepada Persija tanpa melakukan tindakan yang berpotensi merugikan klub.
Sanksi akibat kericuhan melawan Persita pun menjadi pengingat bahwa perilaku suporter turut memengaruhi perjalanan tim sepanjang musim. Shin berharap dukungan yang diberikan kepada Macan Kemayoran tetap diwujudkan melalui sikap tertib dan saling menghormati di setiap pertandingan.














