Poster Film Jangan Buang Ibu. (Foto: dok. Instagram @Leopictures_official)

Beranda / Infotaiment / Sisi Gelap Dwi Sasono di Film ‘Jangan Buang Ibu’

Sisi Gelap Dwi Sasono di Film ‘Jangan Buang Ibu’

PravadaNews – Film Jangan Buang Ibu membuka ruang baca tentang batas pola asuh keras lewat karakter Bapak yang diperankan Dwi Sasono.

Trailer terbaru Leo Pictures menampilkan konflik keluarga ketika harapan orang tua berubah menjadi tekanan bagi anak dan pasangan.

Dalam cuplikan tersebut, karakter Bapak terlihat membentak, berkata kasar, hingga melakukan kekerasan fisik di tengah persoalan rumah tangga. Adegan tersebut menjadi sorotan karena aktor Indonesia itu selama ini lekat dengan citra family man dalam kehidupan publik.

Dwi menyebut peran sebagai ayah problematik dalam film ini menjadi tantangan tersendiri bagi proses pendalaman karakter. Karakter Bapak digambarkan tidak hadir secara emosional, tetapi tetap membawa harapan agar anak-anak memiliki masa depan lebih baik.

“Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia,” tutur Dwi dalam keterangan yang diterima PravadaNews, Kamis (11/6/2026).

Dalam kehidupan nyata, Dwi menerapkan pandangan berbeda mengenai hubungan orang tua dan anak. Dirinya percaya anak memiliki jalan hidup sendiri, sehingga orang tua tidak dapat memaksakan seluruh kehendak atas masa depan anak.

Melalui peran tersebut, Film Jangan Buang Ibu menempatkan pola asuh keras sebagai salah satu sumber luka dalam keluarga. Film ini juga memperlihatkan bagaimana absennya ayah dapat membentuk jarak emosional antara anak, ibu, dan rumah.

Sementara itu, sudut pandang anak ditampilkan melalui karakter Tria yang diperankan Saputra Kori sebagai anak bungsu Ristiana. Tria digambarkan tumbuh tanpa kasih sayang ayah sejak dalam kandungan, lalu menghadapi masa remaja dengan banyak persoalan.

“Kalau aku di kehidupan nyata jadi anaknya Ibu Ristiana, aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Aku akan fokus bekerja, benar-benar segiat mungkin sampai aku bisa membalikkan derajat keluargaku dan aku enggak bakal bawa Ibu Ristiana ke tempat yang seperti di film,” ungkap Kori saat menjelaskan perannya.

Kori melihat karakter Tria sebagai gambaran anak yang tumbuh dalam kekosongan figur ayah, tetapi tetap mendapat arah dari kasih ibu. Perjalanan Tria menunjukkan bahwa luka keluarga tidak selalu berhenti pada konflik rumah, melainkan ikut memengaruhi pilihan hidup anak.

Film Jangan Buang Ibu dibintangi Nirina Zubir, Dwi Sasono, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan sejumlah pemain lain. Film arahan Hadrah Daeng Ratu produksi Leo Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *