]PravadaNews – Beberapa menit sebelum film dimulai, suara perempuan terdengar mempersilakan penonton Cinema XXI untuk segera memasuki ruang teater, tetapi siapakah sosok di balik suara itu?
Pengisi suara tersebut berasal dari aktris sekaligus penyulih suara senior Indonesia, Maria Oentoe Tinangon, yang telah lama bekerja di balik mikrofon.
“Mohon perhatian Anda, pertunjukan film di teater satu segera dimulai. Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilakan untuk memasuki ruangan teater satu,” bunyi dari salah satu versi pengumuman yang dibawakannya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Adapun nomor teater dalam rekaman tersebut disesuaikan dengan ruangan yang dibuka. Pengumuman itu memberi tahu pemegang tiket bahwa pemutaran film akan segera dimulai.
Baca Juga: Wistawan Domestik Topang Pariwisata Nasional
Nama Maria tidak muncul secara tiba-tiba melalui rekaman bioskop. Sebelum dikenal penonton Cinema XXI, perempuan tersebut lebih dahulu menekuni pekerjaan sulih suara atau dubber dalam produksi radio Indonesia.
Jejak pekerjaannya tercatat dalam drama radio Tutur Tinular dan Saur Sepuh. Kedua produksi tersebut termasuk karya sulih suara Maria yang dihimpun Arsip Festival Film Indonesia (FFI) yang dikenal masyarakat pada masanya.
Dalam drama radio, pemain menyampaikan karakter dan jalannya cerita melalui dialog tanpa dukungan gambar. Pengalaman itu membuat perjalanan perempuan kelahiran tahun 1948 ini tidak bertumpu pada pembacaan pengumuman.
DIketahui, kiprahnya juga meluas ke dunia film. Arsip FFI mencatat Maria sebagai aktris pendukung dalam sejumlah produksi layar lebar domestik, seperti menjadi pemeran dalam film pendek Wan An dan Soen dalam film Sebelum Pagi Terulang Kembali.
Kontribusi panjangnya di bidang suara kemudian mendapat pengakuan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Maria menerima penghargaan pencapaian seumur hidup atau Lifetime Achievement dalam Anugerah KPI 2015.
Setelah kegiatan sulih suaranya berkurang, dirinya tetap menggunakan kemampuan vokal dengan melatih jemaat membaca Alkitab secara baik dan benar.
Perjalanan kariernya berlangsung seiring pertumbuhan jaringan Cinema 21. Cinema XXI mencatat Studio 21 mulai dibuka pada 1987, sedangkan merek Cinema XXI diperkenalkan pada 2004.
Pertumbuhan jaringan itu membuat pengumuman sebelum film semakin sering didengar penonton di berbagai daerah.
Dari drama radio hingga pengumuman sebelum film diputar, nama Maria Oentoe tercatat dalam perkembangan profesi sulih suara dan perfilman Indonesia.















