Ilustrasi beberapa orang yang terlihat membawa koper di bandara. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)

Beranda / Infotaiment / Wistawan Domestik Topang Pariwisata Nasional

Wistawan Domestik Topang Pariwisata Nasional

PravadaNews – Keinginan melepas penat kini membawa lebih banyak masyarakat menuju destinasi dalam negeri ketika perjalanan ke luar negeri justru mulai berkurang secara tahunan.

Perubahan pilihan liburan itu terlihat pada Mei 2026, saat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) naik 8,69%, sedangkan perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri turun 6,05% secara tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 106,16 juta perjalanan wisnus pada bulan tersebut. Libur nasional dan cuti bersama turut memberi masyarakat waktu lebih panjang untuk berwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut, pergerakan wisatawan domestik tetap menopang pariwisata nasional.

“Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting,” kata Widiyanti dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kemudian memperkuat pilihan domestik melalui pengembangan kawasan dan kemudahan perjalanan. Kebijakan itu diarahkan agar wisatawan dapat menjangkau destinasi utama sekaligus kawasan di sekitarnya.

Pengembangan dipercepat pada empat destinasi prioritas, termasuk Labuan Bajo serta Mandalika. Pemerintah menghubungkan kawasan wisata dengan bandar udara, rute penerbangan, hingga pola perjalanan terpadu.

Kesiapan destinasi juga diperiksa menjelang musim liburan agar peningkatan kunjungan tetap diikuti pelayanan yang memadai. Pemerintah daerah diminta memperbarui data kawasan rawan bencana untuk mendukung pengelolaan risiko.

“Kemenpar juga melakukan visitasi ke 139 titik destinasi wisata untuk memastikan kesiapan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan selama periode liburan,” jelas pejabat lulusan Pepperdine University itu.

Sementara itu, kecenderungan memilih liburan domestik turut terlihat dalam survei Agoda mengenai rencana perjalanan masyarakat Indonesia pada 2026. Sebanyak 57% responden berencana lebih sering bepergian di dalam negeri dibandingkan memilih perjalanan internasional.

Relaksasi menjadi motivasi utama perjalanan masyarakat Indonesia, kemudian diikuti keinginan menikmati pengalaman kuliner. Destinasi yang lebih dekat turut diminati karena tidak membutuhkan waktu ataupun persiapan sepanjang perjalanan internasional.

Senior Country Director Agoda untuk Indonesia Gede Gunawan mengatakan, wisatawan semakin merencanakan perjalanan saat menghadapi akhir pekan panjang.

“Wisatawan Indonesia memprioritaskan destinasi yang mudah dijangkau namun tetap menawarkan pengalaman berbeda, baik melalui alam, budaya, maupun kuliner lokal,” tulisnya dalam Agoda 2026 Travel Outlook Report, dikutip Minggu (12/7). 

Puncak Bogor mencatat kenaikan pencarian akomodasi sebesar 192% dibandingkan tahun sebelumnya. Kedekatannya dari Jakarta membuat kawasan pegunungan itu mudah dipilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitas kota.

Surakarta juga mengalami kenaikan minat lebih dari dua kali lipat, sedangkan Yogyakarta tetap dicari karena memadukan wisata budaya dengan alam sekitar. Kedua kota menawarkan pengalaman berbeda yang dapat dinikmati dalam perjalanan singkat.

Adapaun Bandung maupun Malang yang menarik wisatawan yang mencari udara lebih sejuk serta akses menuju alam. Sebaran pencarian itu memperlihatkan bahwa healing domestik mulai menjangkau kota-kota yang mudah didatangi selama libur singkat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *