PravadaNews – Perum Bulog membuka akses bagi masyarakat untuk mengecek langsung stok beras di gudang sebagai bagian dari klaim keterbukaan informasi publik di tengah meningkatnya cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini mencapai 4,88 juta ton per 18 April 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan stok pangan nasional.
“Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik, Bulog membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang,” kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, dikutip Senin (20/4/2026).
Baca juga : Mafia Pangan Selendupkan 23 Ton Bawang
Rizal menegaskan, transparansi itu diharapkan memastikan cadangan beras dikelola secara profesional dan siap disalurkan ke seluruh daerah.
“CBP dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel serta siap didistribusikan secara merata,” ujar Rizal.
Di tengah keterbukaan tersebut, kata Rizal, Bulog juga mencatat lonjakan penyerapan beras dalam negeri. Tahun ini, target penyerapan ditetapkan sebesar 4 juta ton setara beras, naik dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya.
“Penyerapan dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia,” tutur Rizal.
Namun, meningkatnya stok turut menekan kapasitas penyimpanan. Bulog saat ini mengelola 1.540 gudang dengan kapasitas 3,06 juta ton yang telah dioptimalkan untuk CBP. Untuk mengantisipasi kelebihan stok, Bulog memanfaatkan 1.254 gudang filial dengan kapasitas tambahan 2,68 juta ton.
“Tercatat 1.254 unit gudang filial telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata,” kata Rizal.















