Wamentan Sudaryono. (Foto: Dok. Kementan)

Beranda / Ekonomi / Surplus 800 Ribu Ekor Hewan Kurban

Surplus 800 Ribu Ekor Hewan Kurban

PravadaNews – Kementerian Pertanian (Kementan) mengevaluasi data pasokan ternak nasional setelah pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah di tengah klaim surplus hewan kurban.

Evaluasi itu menjadi penting karena angka ketersediaan tidak hanya menunjukkan stok, tetapi juga distribusi dan serapan ternak di daerah.

Ketersediaan hewan kurban tahun ini dilaporkan mencapai sekitar 3,2 juta ekor. Sementara itu, kebutuhan konsumsi nasional diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta ekor.

Dengan perbandingan tersebut, Indonesia disebut memiliki surplus sekitar 800 ribu ekor hewan kurban.

“Jadi ada surplus sekitar 800 ribuan ekor. Ini artinya alhamdulillah, Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita hari ini,” kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono dikutip Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Stok Minyak Sawit Melimpah saat Ekspor Loyo

Klaim surplus tersebut kini menjadi bahan untuk melihat kembali akurasi data ternak nasional setelah masa puncak kurban.

Sebab, kebijakan pangan ternak tidak hanya bergantung pada jumlah agregat, tetapi juga pada sebaran pasokan, kesiapan distribusi, dan kondisi kesehatan hewan.

Dalam penjelasannya, Wamentan menilai ketersediaan ternak itu menunjukkan sektor pangan masih berada dalam kondisi terjaga.

Pemerintah, menurut Sudaryono, terus menjaga stabilitas dalam negeri agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi di tengah tekanan global.

“Di saat situasi sulit perang di mana-mana, kita dalam keadaan yang baik, itu tentu perlu kita syukuri bersama,” ucap Wamentan Sudaryono.

Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan memperinci prognosa ketersediaan hewan kurban nasional sebanyak 3,2 juta ekor.

Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 860 ribu sapi, 34 ribu kerbau, 1,4 juta kambing, dan 935 ribu domba.

Adapun Data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional atau iSIKHNAS juga mencatat peningkatan partisipasi kurban dalam dua tahun terakhir.

Pada 2025, jumlah pemotongan hewan kurban mencapai 2.268.764 ekor, naik 11,5 persen dibandingkan 2024 sebanyak 2.033.995 ekor.

Kenaikan partisipasi itu memperlihatkan besarnya aktivitas ekonomi kurban, mulai dari peternak, pedagang, jasa angkut, hingga penyembelihan hewan.

Karena itu, data ternak tidak hanya berfungsi sebagai catatan stok, tetapi juga dasar membaca pergerakan ekonomi masyarakat. (Nur Aida Nasution)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *