Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. Dok. PressTV

Beranda / Mancanegara / Teheran Tidak Bisa Didikte AS

Teheran Tidak Bisa Didikte AS

PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan, Teheran mendasarkan keputusannya pada kepentingan nasional dan tidak akan tunduk pada dikte Washington.

Baqaei menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga warga Iran dalam serangan AS di Pulau Larak.

Saat ditanya mengenai pendekatan dan pandangan kementerian terkait status negosiasi saat ini dengan Amerika Serikat, Baqaei mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi perkembangan.

Baqaei menyampaikan pandangannya berdasarkan kepentingan negara serta pertimbangan nasional, dan pada akhirnya akan bertindak sesuai dengan keputusan otoritas yang berwenang.

Baqaei mengakui adanya kebingungan dalam pendekatan dan pernyataan para pejabat AS, namun menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan membuat Iran mengabaikan kemampuannya sendiri.

“Kami akan menggunakan sarana diplomasi di mana pun diperlukan untuk menjelaskan posisi kami dan memperjuangkan hak-hak bangsa Iran,” kata Baqaei saat konferensi pers dikutip Rabu (2/9/2026).

Baqaei menambahkan bahwa Pakistan dan beberapa negara lain terus berupaya meredakan ketegangan dan mengakhiri perang.

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, juga telah mengunjungi Iran sebagai bagian dari peran Islamabad sebagai negara sahabat.

Baqaei menegaskan bahwa tolok ukur utama Iran adalah menjaga kepentingan nasionalnya.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa serangan AS bukanlah hal baru bagi Iran, seraya mencatat bahwa Washington telah berulang kali melakukan tindakan agresi dengan berbagai dalih dan menerima tanggapan yang setimpal.

Lebih lanjut Baqaei mengatakan, tindakan-tindakan tersebut mencerminkan niat buruk dan kebingungan AS, yang berakar pada tuntutan berlebihan serta anggapan keliru bahwa negosiasi berarti mendiktekan syarat—sebuah pendekatan yang tidak akan berhasil terhadap Iran.

“Kita harus tetap waspada sepenuhnya terhadap pergerakan musuh, dan setiap agresi akan dibalas dengan tindakan tegas,” kata Baqaei.

Baqaei menyatakan bahwa AS harus dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran nyata terhadap nota kesepahaman Islamabad, seraya menambahkan bahwa Iran akan memutuskan langkah selanjutnya berdasarkan situasi yang ada. Untuk saat ini, ujarnya, fokus utamanya adalah pertahanan dan perlawanan terhadap tuntutan berlebihan AS.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *