PravadaNews – Hampir tiga dekade, tepatnya sejak krisis ekonomi 1998, kewajiban pemerintah terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) akhirnya tuntas. Namun, untuk penyelesaian tersebut belum sepenuhnya berakhir lantaran pemerintah masih berupaya menagih para debitur.
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara mengatakan, kewajiban yang telah dilunasi tersebut berupa obligasi BLBI yang diterbitkan pemerintah pada 1998.
“Pembayaran untuk obligasi BLBI yang diterbitkan di tahun 1998 itu terlunasi. Itu adalah utang atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah,” ujar Suahasil di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Saat itu, kata Suahasil, obligasi tersebut dibeli oleh Bank Indonesia di tengah krisis ekonomi yang melanda. Tujuannya, untuk memberikan bantuan likuiditas kepada sektor perbankan.
Maka dari itu, pelunasan tersebut menjadi hal penting dalam penyelesaian kewajiban antara pemerintah dan Bank Indonesia yang muncul dari penanganan krisis ekonomi 1997-1998.
“Itu adalah suatu tanda milestone di republik kita, bagaimana penanganan krisis tahun 1997-1998 akhirnya selesai secara hubungan Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan dan pemerintah ketika itu,” kata Suahasil .
Meski kewajiban kepada Bank Indonesia telah diselesaikan, Suahasil menegaskan pemerintah masih memiliki hak tagih terhadap para debitur BLBI.
Oleh karena itu, pemerintah akan tetap melanjutkan proses penagihan kepada para debitur yang masih memiliki kewajiban terkait BLBI.
“Nah ini akan terus kita lakukan, menjadi pekerjaan yang akan terus kita laksanakan ke depannya,” ucap Suahasil.
Diketahui, pemerintah telah melunasi utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus BI.
Pelunasan tersebut sekaligus menutup kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan 1997-1998.















