PravadaNews – Sebanyak 11 siswa Sekolah Rakyat jenjang sekolah menengah atas (SMA) menapaki babak baru kehidupan pada 2026.
Sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara lainnya mulai memasuki dunia kerja.
Capaian ini menjadi gambaran bahwa Sekolah Rakyat tak sekadar membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk menentukan langkah masa depan sesuai kesiapan dan kesempatan masing-masing melalui sistem multi-entry dan multi-exit.
“Ada yang lulus tahun ini karena multi-entry dan multi-exit. Jadi, ada anak-anak tingkat SMA sekitar 11 orang yang lulus tahun ini. Sebagian sudah kuliah, sebagian lagi sudah bekerja,” ujar Saifullah dikutip, Senin (12/10/2026).
Menurut Saifullah, capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penerimaan siswa, tetapi juga mendorong mereka menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini mengintegrasikan pendidikan formal dengan pendampingan sosial untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap siswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai potensi dan kebutuhannya.
Lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki bekal akademik dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.















