Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada bayi. (Foto: Dok. Halodoc)

Beranda / Kesehatan / 4 Manfaat Skrining Jantung bagi Bayi

4 Manfaat Skrining Jantung bagi Bayi

PravadaNews – Bayi yang terlihat sehat setelah dilahirkan belum tentu terbebas dari kelainan jantung karena sebagian gangguan tidak langsung menunjukkan gejala.

Karena itu, pemeriksaan sejak awal diperlukan untuk menemukan kelainan sebelum kondisi tersebut memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Alodokter menjelaskan, penyakit jantung bawaan (PJB) dapat terdeteksi sejak masa kehamilan maupun setelah bayi lahir. Manfaat pertama skrining ialah menemukan gangguan yang belum menunjukkan tanda jelas.

“Pada beberapa kasus, penyakit jantung bawaan tidak menyebabkan nyeri dada atau keluhan lain, bahkan dapat terjadi tanpa gejala tertentu,” tulis Alodokter dalam laman resminya, dikutip Minggu (19/7/2026).

Selain menemukan kelainan lebih awal, skrining juga membantu menentukan apakah bayi memerlukan pemeriksaan lanjutan. Salah satunya melalui pulse oximetry atau oksimetri nadi untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

Apabila ditemukan hasil yang tidak normal, tenaga medis dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi jantung bayi. Dengan demikian, diagnosis tidak harus menunggu hingga gejala semakin terlihat.

Manfaat ketiga yaitu membuka peluang penanganan lebih cepat setelah kelainan dipastikan. Penanganan sejak awal diperlukan agar kondisi tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Langkah tersebut sekaligus menjadi manfaat keempat karena dapat menekan risiko komplikasi yang memengaruhi pertumbuhan, pernapasan, hingga fungsi jantung bayi.

Pentingnya pemeriksaan ini terlihat dari hasil skrining bayi baru lahir yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hingga 28 Juni 2026, lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani pemeriksaan menggunakan pulse oximetry.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.946 bayi atau sekitar 4,3 persen teridentifikasi memiliki indikasi kelainan dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Namun, angka tersebut menjadi hasil skrining awal dan tidak berarti seluruh bayi telah didiagnosis menderita PJB. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi masing-masing bayi.

Dalam enam jenis skrining bayi baru lahir, penyakit jantung bawaan kritis tercatat memiliki potensi prevalensi tertinggi. Temuan ini menunjukkan kebutuhan layanan lanjutan setelah kelainan terdeteksi melalui pemeriksaan awal.

“Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/7).

Khusus pada bayi, Kemenkes menilai, hasil skrining perlu didukung layanan jantung anak dan sistem rujukan yang memadai. Dengan begitu, bayi yang terindikasi mengalami kelainan dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh penanganan sesuai kondisinya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *