PravadaNews – Ancaman penculikan anak yang masih terjadi di Indonesia menjadi isu nyata dalam Film Memburu Pemangsa karya sutradara Umay Shahab.
Melalui balutan horor dan kriminal, film tersebut mengikuti perburuan terhadap pelaku penculikan anak yang kemudian berkembang menjadi penyelidikan penuh ancaman.
Cerita berpusat pada 4 jurnalis yang melakukan investigasi terhadap kasus penculikan anak. Namun, penyelidikan mereka semakin rumit ketika pelaku dalam cerita dikisahkan bekerja sama dengan kekuatan iblis.
Menjelang penayangan, Sinemaku Pictures meluncurkan memburupemangsa.com yang memuat informasi film sekaligus isu penculikan anak.
Situs tersebut juga menyediakan informasi kanal bantuan yang dapat dihubungi masyarakat ketika menghadapi atau mengetahui kasus serupa.
Umay berharap kampanye film dapat ikut meningkatkan perhatian terhadap keamanan anak.
“Penculikan anak menjadi kasus besar yang menimbulkan keprihatinan, dan semoga dengan kampanye ini kami juga turut meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan anak-anak,” ungkap Umay dalam keterangan yang diterima, Minggu (19/7/2026).
Pesan tersebut kemudian diperluas melalui kampanye #jagaanakanak dengan mengajak masyarakat membagikan Kartu Pemburu di media sosial.
Dalam sehari, kampanye itu disebut telah diikuti lebih dari 500 orang sebagai bagian dari rangkaian promosi film.
Memburu Pemangsa sekaligus menjadi debut Umay menggarap genre horror crime action dan disebut sebagai salah satu proyek ambisius Sinemaku Pictures.
Film ini dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya. Proyek tersebut juga menjadi pengalaman pertama Laura bermain dalam horror action serta debut Prilly dalam film bergenre action.
Di balik cerita fiksi tersebut, penculikan anak masih menjadi persoalan yang mendapat perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Salah satu kasus yang pernah menjadi perhatian melibatkan penculikan 12 anak di Jakarta Selatan dan Bogor oleh seorang pelaku yang mengaku sebagai polisi. Kasus itu menjadi salah satu gambaran modus yang digunakan pelaku untuk mendekati anak.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 ketika menemukan kekerasan atau ancaman terhadap anak. Informasi ini turut menjadi bagian yang diperkenalkan melalui situs kampanye Memburu Pemangsa.
Sebagai informasi, film Memburu Pemangsa dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.















