PravadaNews – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengusulkan penguatan misi angkatan laut di kawasan Selat Hormuz guna menjamin kebebasan navigasi di jalur energi global tersebut.
Usulan itu disampaikan dalam pertemuan informal para pemimpin Uni Eropa di Siprus. Kallas menegaskan bahwa akses bebas di Selat Hormuz tidak boleh terganggu oleh situasi geopolitik yang memanas.
“Semua pihak sangat jelas bahwa kebebasan navigasi tidak dapat ditawar, sehingga Selat Hormuz harus dibuka tanpa pungutan apa pun,” kata Kallas, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Baca juga : Blokade AS Bikin Perundingan Terhambat
Kallas menuturkan, Uni Eropa dapat memanfaatkan misi yang sudah berjalan di kawasan, seperti operasi Aspides dan Atalanta, sebagai basis untuk memperkuat kehadiran militer laut.
“Cara tercepat adalah meningkatkan dan memperkuat misi itu dengan kapal, peralatan, serta kemampuan yang dibutuhkan,” ujar Kallas.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menimbulkan korban sipil.
Meski sempat diumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, upaya perundingan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan. Situasi semakin kompleks setelah Washington menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pada 21 April, Presiden Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun tetap melanjutkan blokade laut di Selat Hormuz.
Langkah Uni Eropa memperkuat misi angkatan laut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas jalur perdagangan global di tengah ketidakpastian konflik di kawasan tersebut.















