Ilustrasi Bendera Negara Iran (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Iran Tuduh AS Tutupi Biaya Perang

Iran Tuduh AS Tutupi Biaya Perang

PravadaNews – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Washington tidak transparan dalam mengungkap biaya perang yang melibatkan operasi militer di kawasan.

Dalam unggahan di platform X, Araghchi menyebut angka resmi yang disampaikan Pentagon jauh lebih rendah dibandingkan beban sebenarnya yang ditanggung Amerika Serikat.

“Spekulasi berisiko Netanyahu telah secara langsung merugikan Amerika sebesar 100 miliar dolar AS sejauh ini,” tulis Araghchi, merujuk pada Benjamin Netanyahu, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Baca juga : Khamenei Serukan Teluk Tanpa AS

Araghchi bahkan mengklaim beban tidak langsung yang ditanggung warga Amerika mencapai 500 dolar AS per rumah tangga setiap bulan.

“Tagihan bulanan bagi setiap rumah tangga Amerika mencapai 500 dolar AS dan terus meningkat cepat,” ujar Araghchi.

Araghchi juga melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Washington dengan menyebut bahwa keberpihakan AS terhadap Israel merugikan kepentingan domestik Amerika.

“Israel First selalu berarti America Last,” tulis Araghchi.

Pernyataan tersebut merespons kesaksian pejabat Pentagon Jules Hurst di Kongres yang menyebut operasi militer bertajuk Operation Epic Fury telah menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS.

Ketegangan Iran-AS sendiri meningkat sejak operasi militer bersama AS-Israel terhadap Iran yang dimulai 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran dan eskalasi di kawasan Teluk.

Situasi sempat mereda setelah gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan permanen. Gencatan senjata kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu baru.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *