PravadaNews – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Maman Imanul Haq meminta seluruh petugas haji agar lebih memprioritaskan pelayanan terhadap jemaah lanjut usia atau lansia selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Menurut Maman, kelompok lansia menjadi jemaah yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan di tengah cuaca ekstrem di Tanah Suci.
“Pelayanan kesehatan dan perlindungan jamaah. Kami minta petugas benar-benar hadir untuk jemaah, terutama lansia,” kata Maman dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Maman menegaskan, kehadiran petugas haji di lapangan bukan hanya sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu memberikan pendampingan maksimal kepada jemaah, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan tertentu.
Menurut Maman, suhu panas yang cukup tinggi di Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi para jemaah haji, terutama kelompok usia lanjut.
Aktivitas ibadah yang padat dan membutuhkan kekuatan fisik juga dinilai dapat meningkatkan risiko kelelahan hingga dehidrasi.
Karena itu, Maman meminta tenaga kesehatan, petugas pendamping, hingga seluruh unsur pelayanan haji dapat bekerja lebih optimal agar kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Kelompok lansia menjadi yang paling rentan. Maka petugas kesehatan dan pendamping lapangan harus benar-benar siaga,” ujar Maman.
Selain meminta petugas meningkatkan pelayanan, Maman juga mengingatkan para jemaah agar disiplin menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Maman menekankan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh di tengah suhu panas yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
“Pesan saya untuk jemaah, jaga kesehatan, banyak minum air, dan ikuti instruksi petugas,” kata Maman.
Maman menjelaskan bahwa kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Mulai dari pengaturan aktivitas, penggunaan alat pelindung diri seperti payung dan masker, hingga pola istirahat yang cukup harus diperhatikan dengan serius.
Timwas Haji DPR RI, lanjut Maman, akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pengawasan tersebut mencakup pelayanan kesehatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga perlindungan terhadap jemaah Indonesia di Arab Saudi.
Menurutnya, pengawasan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab DPR RI untuk memastikan dana yang telah dibayarkan masyarakat benar-benar digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Kita ingin haji tahun ini sukses, nyaman, dan tentu saja mabrur untuk semuanya,” pungkasnya.
Pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya memang menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya jumlah jemaah lansia asal Indonesia.
Bahkan, sebagian besar jemaah Indonesia diketahui berada pada kategori usia rentan yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Karena itu, pemerintah bersama DPR RI terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan haji, termasuk memperkuat layanan kesehatan dan pendampingan bagi jemaah dengan risiko tinggi.
Diharapkan dengan pelayanan yang maksimal, seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Sementara itu, Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah, Mulyadi Nurdin menjelaskan, Inspektorat Jenderal secara intensif melakukan pengawasan terhadap seluruh layanan jemaah, termasuk kinerja petugas di lapangan.
“Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, semua pihak harus meningkatkan kesiagaan dan memastikan seluruh jemaah terlayani dengan baik. Kami melakukan pemantauan rutin ke unit layanan di Makkah, Madinah, hingga bandara,” ujar Mulyadi.
Selain itu, Mulyadi juga melakukan pemantauan langsung terhadap kelayakan akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, serta transportasi, sekaligus mendengarkan laporan dari petugas di lapangan.
“Irjen mengingatkan agar seluruh petugas memberikan layanan maksimal, disiplin dalam bekerja, tidak meninggalkan tugas tanpa alasan, serta memberi perhatian khusus kepada jemaah lansia dan disabilitas,” kata Mulyadi.















