Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. (Foto: Dok. PressTV.ir)

Beranda / Mancanegara / Klaim AS-Israel soal Lindungi Pasar Energi Kebohongan Besar

Klaim AS-Israel soal Lindungi Pasar Energi Kebohongan Besar

PravadaNews – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan rezim Israel sedang merekayasa ‘kebohongan besar’ untuk membenarkan perang ilegal terhadap Iran.

AS dan Israel mengklaim tindakan mereka bertujuan untuk memulihkan stabilitas di pasar energi global.

Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Minggu (17/5/2026), Baghaei mengatakan, provokasi perang yang sembrono dari AS dan Israel adalah akar penyebab hancurnya proses diplomatik.

Melalui agresi militer tanpa provokasi terhadap Iran, Washington dan rezim Tel Aviv sengaja menyuntikkan ketidakamanan ke jalur energi vital dan sekarang menuduh Teheran melakukan destabilisasi.

“Ini adalah taktik sinis mereka yang sudah biasa: menciptakan krisis dan perang, kemudian meningkatkan eskalasi lebih lanjut di bawah panji mulia ‘memulihkan stabilitas’ dan ‘membela perdamaian’,” tegas juru bicara Iran tersebut, dikutip Senin (18/5), melansir dari Press TV.

Baghaei kemudian mengutip sejarawan dan politikus Romawi, Tacitus, yang menulis dalam bukunya Agricola, “Mereka menciptakan kehancuran dan menyebutnya perdamaian.”

Pernyataan juru bicara tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, koridor maritim penting yang dilalui sebagian besar perdagangan energi dunia.

Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Angkatan Bersenjata Iran menanggapi dengan meluncurkan operasi rudal dan drone harian yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Iran menutup Selat Hormuz bagi para agresor dan sekutu mereka. Otoritas Iran mulai memberlakukan kontrol yang jauh lebih ketat setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang blokade yang menargetkan kapal dan pelabuhan Iran bulan lalu.

Teheran mengatakan tindakan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Washington.

Terlepas dari blokade tersebut, aktivitas pengiriman yang terkait dengan minyak mentah Iran tampaknya terus berlanjut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *