PravadaNews – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik penyimpangan di lingkungan kementerian dan lembaga negara dalam upaya memperkuat tata kelola birokrasi nasional.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan aparatur negara, tetapi juga bertekad menciptakan institusi yang bersih dan profesional untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.
“Ada yang sampai hampir 300 persen naiknya penghasilan hakim-hakim kita,” jelas Prabowo di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Hal itu menunjukkan insentif yang layak diberikan kepada aparat akan berkontribusi pada integritas dan efektivitas kinerja mereka.
Dengan menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk segera membersihkan praktik-praktik yang menyimpang, Prabowo berharap agar setiap elemen dalam birokrasi dapat menjalankan fungsinya dengan transparansi dan akuntabilitas, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintahan dapat dipulihkan dan ditingkatkan.
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,” ucap Kepala Negara.
Dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, Presiden turut menyoroti perkembangan Koperasi Merah Putih yang terus diperluas di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi dapat beroperasi hingga akhir tahun untuk memperkuat perputaran ekonomi di desa dan kecamatan.
“Koperasi Merah Putih sudah 1.061 yang operasional. Target kita di bulan Agustus, kita akan operasionalkan minimal 20 ribu kooperasi, dan di akhir tahun harus di atas 60 ribu,” tutur Kepala Negara.
Lebih lanjut, Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Pemerintah saat ini mempercepat pembangunan energi surya dan pengolahan energi berbasis sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Kita sudah canangkan akan membangun seratus gigawatt dari tenaga surya dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik. Insyaallah kita akan hilangkan ketergatungan kita kepada impor BBM, dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga,” ujar Presiden.















