PravadaNews – Panitia penyembelihan hewan kurban Musholla An Nur Depok, Jawa Barat, Muhammad Rizki menyalurkan 740 kantong daging kurban kepada warga pada Iduladha, Rabu (27/5/2026).
Pembagian daging kurban tersebut diarahkan kepada warga sekitar Musholla An Nur melalui pemetaan penerima di lingkungan setempat. Sebanyak 560 kantong disalurkan kepada warga RT 01, RT 02, RT 08, RT 10, sebagian RW, dan RW 02.
Rizki mengatakan, pembagian daging kurban harus menjadi bagian dari amanah sosial yang dikelola secara tertib. “Amal yang kita keluarkan kembali untuk kita,” kata Rizki.
Baca juga: Walkot Farhan Kurban di Cicadas
Panitia mencatat hewan kurban yang disembelih di Musholla An Nur terdiri atas 12 kambing dan 6 sapi. Dari total sapi tersebut, satu ekor berasal dari pekurban pribadi dan lima ekor dari kurban patungan kolektif.
Rizki menilai kurban kolektif menunjukkan kuatnya partisipasi jamaah dalam menjaga tradisi berbagi di lingkungan musholla. Keterlibatan warga dinilai membantu panitia memperluas manfaat daging kurban kepada penerima yang telah dipetakan.
Selain warga, panitia juga menyiapkan 180 kantong daging kurban untuk petugas yang terlibat dalam penyembelihan dan distribusi. “Kebaikan-kebaikan yang kita keluarkan akan kembali kebaikannya kepada kita,” jelas Rizki.
Dalam ajaran Islam, daging kurban dianjurkan untuk dimakan, disimpan, dan disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, “Makanlah sebagian, simpanlah sebagian, dan sedekahkanlah sebagian,” sebagai dasar pembagian daging kurban.
Hadis tersebut menegaskan pembagian daging kurban perlu dilakukan secara seimbang antara pekurban, kerabat, dan penerima manfaat. Prinsip itu membuat pembagian daging kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjaga hubungan sosial antarwarga.
Secara praktiknya, daging kurban sebaiknya diberikan kepada fakir miskin, warga sekitar, tetangga, kerabat, dan pihak yang membantu pelaksanaan kurban. Pembagian tersebut perlu dilakukan secara tertib, proporsional, dan mengutamakan masyarakat yang paling membutuhkan. (Nur Aida Nasution)















