PravadaNews – Konsumen perlu membaca nutrition facts pada makanan dan minuman kemasan sebelum menjalani diet agar asupan kalori, gula, lemak, dan natrium dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Informasi nilai gizi pada kemasan memuat keterangan mengenai energi, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, hingga takaran saji. Keterangan tersebut dapat menjadi panduan awal untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan gizi harian.
Kementerian Kesehatan melalui ayosehat.kemkes.go.id menjelaskan, label gizi membantu konsumen mengetahui kandungan yang masuk ke tubuh sebelum membeli atau mengonsumsi produk kemasan. Dengan membaca label, konsumen dapat membatasi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih, sekaligus memilih produk yang mengandung serat serta protein lebih baik.
“Kata-kata seperti ‘natural’, ‘zero sugar’, atau ‘low fat’ tidak selalu berarti sehat. Klaim ini sering kali tidak sejalan dengan angka sebenarnya pada label gizi,” tulis laman ayosehat.kemkes.go.id, dikutip Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Ini 4 Cara Merawat Gigi Palsu
Berdasarkan edukasi tersebut, langkah pertama dalam membaca nutrition facts adalah memperhatikan takaran saji atau serving size. Seluruh angka pada label gizi dihitung berdasarkan satu porsi, sehingga kandungan kalori, gula, karbohidrat, dan lemak perlu dikalikan jika produk dikonsumsi lebih dari satu porsi.
Setelah takaran saji dipahami, konsumen dapat mencermati jumlah kalori dan persen Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dalam panduan label gizi, kandungan dengan angka 5 persen atau kurang tergolong rendah, sedangkan angka 20 persen atau lebih tergolong tinggi.
Kandungan gula tambahan dan natrium juga perlu diperhatikan pada produk pangan olahan. Gula tambahan dapat menambah kalori tanpa nutrisi penting, sedangkan natrium berlebih berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi.
Selain tabel gizi, daftar bahan atau ingredients list dapat menunjukkan tingkat pemrosesan suatu produk. Jika gula, sirup, tepung olahan, atau minyak terhidrogenasi berada di urutan awal komposisi, produk tersebut perlu dipertimbangkan kembali sebelum dibeli.
Sejalan dengan edukasi membaca label gizi, pemerintah memperkuat kebijakan pencantuman informasi gizi melalui Nutri Level pada pangan siap saji, terutama minuman berpemanis. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong konsumen memahami kandungan gizi secara lebih mudah sebelum memilih produk. (Nur Aida Nasution)















