Tentara Iran melancarkan serangan drone terhadap dua pangkalan AS di Kuwait. (Foto: Dok. Press TV)

Beranda / Mancanegara / Iran Kembali Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS

Iran Kembali Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS

PravadaNews – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat yang dicurigai menjadi pusat untuk menyerang menara komunikasi milik Iran.

“Menyusul agresi tentara AS terhadap menara komunikasi di Pulau Sirik di Provinsi Hormozgan satu jam yang lalu, jet tempur Pasukan Dirgantara IRGC menargetkan pangkalan udara tempat agresi tersebut berasal, dan target yang diperkirakan telah dihancurkan,” sebut IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Al Jazera, Selasa (2/6/2026).

Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka melakukan serangan ke Iran akhir pekan ini sebagai respons terhadap “tindakan agresif Iran yang mencakup penembakan jatuh drone MQ-1 milik AS yang sedang beroperasi di atas perairan internasional”.

Baca Juga: Negosiasi Iran-AS Belum Final

“Pesawat tempur AS dengan cepat merespons dengan melenyapkan pertahanan udara Iran, sebuah stasiun kendali darat, dan dua drone penyerang satu arah yang menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang transit di perairan regional,” kata Komando Pusat (CENTCOM) dalam sebuah unggahan di platform X.

Mereka menambahkan bahwa pihaknya akan terus melindungi aset dan kepentingan AS selama gencatan senjata berlangsung. CENTCOM juga menyatakan tidak ada tentara AS yang terluka dalam serangan Iran tersebut.

Aksi saling tembak terbaru dalam beberapa hari terakhir ini terjadi di tengah negosiasi tidak langsung yang masih berlangsung antara AS dan Iran untuk memperkuat gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku sejak April lalu.

Terdapat sinyal yang beragam mengenai apakah kedua belah pihak sudah dekat dengan kesepakatan untuk memperpanjang jeda pertempuran tersebut.

Mereka dilaporkan sedang meninjau potensi nota kesepahaman (MoU) yang akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan dan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Menurut laporan media AS, MoU tersebut akan menyatakan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz harus “tanpa batasan”, yang berarti tidak ada pungutan biaya, tidak ada “gangguan”, dan Iran akan diberikan waktu 30 hari untuk membersihkan semua ranjau laut.

MoU itu juga dilaporkan mencakup komitmen dari Iran untuk tidak berupaya membuat senjata nuklir.

Selama periode 60 hari setelah perjanjian berlaku, isu pertama yang akan dibahas dalam pembicaraan damai adalah program pengayaan uranium Iran, serta bagaimana cara membuang stok uranium yang telah diperkaya dalam kadar tinggi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *