Uji Kesiapan DSI di Tengah Lonjakan Ekspor CPO. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Uji Kesiapan DSI di Tengah Lonjakan Ekspor CPO

Uji Kesiapan DSI di Tengah Lonjakan Ekspor CPO

PravadaNews – Kenaikan ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya mendorong uji kesiapan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada Juni 2026. Lonjakan ini terjadi saat CPO menjadi penopang utama ekspor nonmigas Indonesia.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, hilirisasi menjadi faktor strategis di balik penguatan ekspor CPO ke pasar internasional. Proses tersebut mendorong produk turunannya masuk pasar global, meningkatkan nilai tambah dan devisa negara.

“Saya pikir hilirisasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat terjadinya lonjakan ekspor CPO ke pasar dunia. Itu yang mendorong CPO menjadi komoditas penting ekspor Indonesia demi mendapatkan devisa,” jelas Wasisto kepada PravadaNews, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: PT DSI Tak Ganggu Kegiatan Eksportir CPO

Wasisto menekankan, penguatan ekspor sebaiknya dibaca bersama transisi kebijakan satu pintu melalui DSI. Prosedur baru membutuhkan kesiapan teknis agar arus ekspor tidak terganggu oleh aturan baru.

“DSI perlu disiapkan secara matang dan terperinci soal kebijakan satu pintu supaya tidak menimbulkan kemacetan ekspor barang,” kata Wasisto.

Peringatan tersebut menjadi penting karena data resmi menunjukkan ekspor CPO sedang berada dalam tren kuat sebelum skema DSI berjalan penuh.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor CPO dan turunannya tumbuh signifikan secara kumulatif pada Januari-April 2026. BPS melaporkan ekspor CPO dan turunannya tumbuh 16,58 persen secara kumulatif pada Januari-April 2026 year-on-year.

Peningkatan volume tercatat mencapai 1,31 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, total volume ekspor CPO mencapai 7,72 juta ton pada Januari-April 2026, naik dari 6,41 juta ton pada periode yang sama tahun 2025.

Lonjakan ini menegaskan posisi sawit sebagai salah satu komoditas utama nonmigas. “CPO dan turunannya naik 16,58% secara komulatif,” ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, di Jakarta, Selasa (2/6).

Dalam laporan BPS, CPO termasuk komoditas dengan kontribusi signifikan, bersama besi, baja, dan batubara, dengan total share 28,03 persen terhadap ekspor nonmigas. Hal ini menegaskan relevansi DSI dalam memastikan pencatatan dan kelancaran ekspor.

Kebijakan satu pintu melalui DSI kini menjadi sorotan, karena kelancaran prosedur pelaporan dan teknis ekspor perlu seiring dengan pertumbuhan volume. Skema ini harus menjaga keseimbangan antara disiplin administrasi dan kelancaran perdagangan CPO.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *