Ilustrasi Kegiatan Ekspor Sawit. (Foto: Dok. Kemenkeu)

Beranda / Ekonomi / Ekspor Sawit Berpeluang Meningkat

Ekspor Sawit Berpeluang Meningkat

PravadaNews – Pemerintah melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mengendalikan, mengawasi, dan mengelola ekspor tiga komoditas di antaranya; batubara, minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), dan paduan besi (ferro alloy).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono optimis ekspor CPO akan meningkat jika perusahaan tetap diperbolehkan melakukan ekspor secara langsung.

“Optimis kinerja ekspor sawit Indonesia justru memiliki peluang untuk meningkat apabila perusahaan tetap diberikan keleluasaan menjalankan aktivitas perdagangan secara langsung,” kata Eddy dilansir dari laman GAPKI, Rabu (3/6/2026).

Eddy menilai, PT DSI dalam hal ini berperan sebagai lembaga pengawas dan pelaporan bagi eksportir yang melakukan kegiatan ekspor.

“Dalam skema tersebut, DSI berfokus pada fungsi pelaporan, pengawasan, dan koordinasi tanpa menghambat proses bisnis yang telah berjalan,” ujar Eddy.

Eddy menuturkan, optimisme tersebut sejalan dengan harapan pelaku industri agar perubahan tata kelola ekspor dapat memperkuat efisiensi sektor sawit nasional.

Baca Juga: PT DSI Tak Ganggu Kegiatan Eksportir CPO

“Pasalnya, minyak sawit menjadi salah satu komoditas andalan penyumbang devisi negara sekaligus penopang neraca perdagangan Indonesia,” kata Eddy.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya alami lonjakan signifikan pada periode Januari sampai April 2026.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, CPO dan turunanya pada periode Januari hingga April 2026 naik sebesar 16,59% jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY).

“CPO dan turunanya naik 16,58% secara komulatif,” ujar Pudji dalam Konferensi Pers, Selasa (2/6/2026).

Selain alami lonjakan secara kumulatif, volume ekspor CPO dan turunanya pada periode Januari-April 2026 meningkat sebesar 1,31 juta ton/yoy.

Adapun, ekspor CPO pada periode Januari hingga April 2025 sebesar 6,41 juta ton naik menjadi 7,72 juta ton pada periode Januari-April 2026.

Sebagaimana diketahui, CPO dan turunanya menjadi salah satu dari tiga komoditas yang masuk dalam kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat penugasan khusus dalam tata kelola ekspor.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *