Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati Selat Hormuz. (Foto: Dok. Press TV)

Beranda / Mancanegara / Iran Larang Kapal-kapal Mendekati Selat Hormuz

Iran Larang Kapal-kapal Mendekati Selat Hormuz

PravadaNews – Iran mengguncang jalur energi dunia dengan mengumumkan penutupan Selat Hormuz saat gencatan Lebanon kembali dipersoalkan. Kebijakan itu menjadi sinyal tekanan baru terhadap MoU Iran-Amerika Serikat yang dinilai belum menghentikan eskalasi kawasan.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengaitkan keputusan yang ada dengan serangan Israel di Lebanon dan komitmen gencatan yang dinilai gagal dijaga. Angkatan Laut IRGC menyebut peringatan berlaku bagi seluruh kapal yang mendekati jalur strategis Hormuz.

“Selat Hormuz tertutup bagi semua kapal dan kapal tidak boleh mendekati Selat Hormuz,” ungkap pernyataan Angkatan Laut IRGC, melansir kantor berita IRNA, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Dalam pernyataan yang sama, Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa kapal yang tetap mendekat akan menghadapi risiko keamanan di kawasan tersebut. Sikap itu memperlihatkan peringatan maritim Iran tidak hanya menyasar kapal niaga, tetapi juga arus pelayaran di sekitar Teluk Persia.

Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

“Kapal tidak boleh mendekati Selat Hormuz; jika tidak, keamanan mereka akan terancam,” tegas Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan terpisah.

Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memperluas dasar kebijakan penutupan Hormuz melalui pernyataan komando militer Iran. Pusat komando itu menempatkan langkah tersebut sebagai respons awal terhadap pelanggaran komitmen dalam MoU Iran-Amerika Serik

“Ini adalah langkah pertama dari respons terhadap pelanggaran kepercayaan musuh,” jelas pernyataan Pusat Khatam al-Anbiya.

Seperti diketahui, Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Karena itu, setiap peringatan keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi kalkulasi pelayaran, asuransi kapal, dan stabilitas pasokan minyak global.

Dengan kebijakan itu, pengumuman Iran menunjukkan MoU Iran-AS memasuki ujian awal saat gencatan Lebanon belum stabil. Isu Hormuz kini bergerak dari peringatan keamanan kawasan menjadi tekanan diplomatik yang langsung menyentuh jalur energi internasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *