Ilustrasi daerah sangat tertinggal. (Foto: AI/PravadaNews)

Beranda / Daerah / Akses Pendidikan dan Kesehatan di Yalimo Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Akses Pendidikan dan Kesehatan di Yalimo Harus Jadi Perhatian Pemerintah

PravadaNews – Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, masih berstatus sebagai daerah sangat tertinggal dengan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tantangan besar, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, hingga akses teknologi informasi.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Republik Indonesia, dikutip Jumat (26/6/2026), memperlihatkan tingkat partisipasi pendidikan di Yalimo masih relatif rendah.

Partisipasi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 52,74 persen, sementara partisipasi Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya 51,59 persen. Kondisi tersebut mencerminkan masih banyak anak usia sekolah yang belum memperoleh pendidikan secara optimal.

Keterbatasan sarana pendidikan juga menjadi persoalan serius. Hanya 15 persen desa yang memiliki sekolah dasar (SD), sedangkan desa yang memiliki SMP hanya mencapai 5,33 persen. Meski demikian, sekitar 58,33 persen desa dinilai memiliki akses yang relatif mudah menuju fasilitas SMP.

Di sektor kesehatan, tantangan yang dihadapi tidak kalah besar. Hanya 1,67 persen desa yang memiliki dokter, sementara desa yang memiliki fasilitas kesehatan (faskes) baru mencapai 15,67 persen.

Walaupun 72,67 persen desa disebut memiliki kemudahan mencapai fasilitas kesehatan, minimnya keberadaan tenaga medis tetap menjadi hambatan dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Rendahnya cakupan layanan kesehatan turut tercermin dari angka balita yang memperoleh imunisasi lengkap, yang hanya mencapai 13,79 persen.

Sementara itu, persalinan oleh perempuan usia 15–49 tahun dalam dua tahun terakhir yang ditolong tenaga kesehatan tercatat sebesar 56,37 persen, menunjukkan masih perlunya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Dari sisi ekonomi dan digitalisasi, tingkat penggunaan internet di Yalimo masih sangat rendah, yakni hanya 7,04 persen dari total penduduk.

Selain itu, penduduk yang bekerja di sektor non-pertanian baru mencapai 9,95 persen, menandakan perekonomian daerah masih didominasi sektor primer.

Pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan non-makanan tercatat sebesar 44,61 persen, yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat masih terbatas dibandingkan daerah yang lebih maju.

Akses terhadap layanan dasar juga masih membutuhkan perhatian. Rumah tangga yang telah menikmati listrik mencapai 69,63 persen, pengguna telepon sebesar 52,08 persen, sedangkan rumah tangga yang memperoleh akses air bersih baru 23,36 persen.

Pada sektor infrastruktur, hanya 16,67 persen desa yang memiliki jalan utama berpermukaan aspal. Kondisi ini berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan layanan publik.

Di sisi lain, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi sosial masyarakat relatif kondusif. Sebanyak 97,33 persen desa dilaporkan tidak mengalami bencana, sementara 99,67 persen desa tidak mengalami konflik sosial.

Berbagai indikator tersebut menunjukkan Kabupaten Yalimo masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan.

Peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur dasar, konektivitas digital, hingga penguatan sektor ekonomi menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna mempercepat pengentasan status daerah sangat tertinggal.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *