Deretan poster album musisi Indonesia dalam gelaran Spotify Loud & Clear Indonesia di 25hours Hotel, Jakarta. (Foto: Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif)

Beranda / Infotaiment / Musisi Daerah Makin Dikenal Lewat Platform Streaming

Musisi Daerah Makin Dikenal Lewat Platform Streaming

PravadaNews – Lagu dari daerah kini bergerak lebih jauh dari panggung lokal, seiring platform streaming mengubah cara publik menemukan musik Indonesia.

Perubahan itu memberi ruang bagi musisi yang berada jauh dari pusat industri hiburan. Karya mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada promosi konvensional untuk sampai ke pendengar baru.

Raim Laode menjadi salah satu contoh musisi daerah yang dikenal luas dari Wakatobi. Dari Ngawi, Denny Caknan membawa pop Jawa ke pasar musik yang lebih beragam.

Selain itu, Guyon Waton juga tumbuh dari Kulon Progo dengan basis pendengar yang kuat. Sal Priadi, musisi asal Malang, turut menunjukkan bahwa talenta luar Jakarta dapat menjangkau pasar nasional.

Data Spotify menunjukkan karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru sepanjang 2025. Angka itu menggambarkan besarnya pertemuan lagu Indonesia dengan pengguna streaming.

“Musik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa baik dari pendengar di dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris,” ujar Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, dikutip Senin (29/6/2026). 

Gustav menyebut, Spotify berupaya membuka peluang agar musisi lebih mudah ditemukan pendengar baru. Platform itu juga diarahkan untuk membantu musisi membangun komunitas penggemar.

Diketahui, royalti musisi Indonesia melalui Spotify meningkat lebih dari 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 60% berasal dari pendengar luar negeri.

Di pasar domestik, musik Indonesia juga mencatat posisi kuat. Spotify Indonesia Daily Top 50 tahun 2025 berisi 80% karya musisi Indonesia.

Pada kesampatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf/Kepala Bekraf), Teuku Riefky Harsya menilai, capaian itu membuka peluang bagi talenta lokal.

“Platform streaming telah mendemokratisasi akses ke industri musik. Kini, musisi dari berbagai penjuru Indonesia memiliki peluang yang sama untuk dikenal lebih luas,” ucap Teuku dalam keterangan resminya, Kamis (25/6) lalu.

Teuku mengatakan, Kemenekraf/Bekraf mendorong talenta lokal naik kelas ke pasar regional dan global. Musik Indonesia juga dinilai membawa cerita, budaya, dan identitas bangsa ketika diputar di luar negeri.

Sebagai informasi, saat ini sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta pekerja di berbagai subsektor. Lebih dari separuh pekerja tersebut berasal dari generasi Z (Gen Z) dan milenial yang dekat dengan produksi serta konsumsi konten digital.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *