Ilustrasi Desa di daerah tertinggal di pegunungan Papua. (Foto: AI/PravadaNews)

Beranda / Daerah / Miris! Infrastruktur Jalan Aspal di Mamberamo Tengah 15,82%

Miris! Infrastruktur Jalan Aspal di Mamberamo Tengah 15,82%

PravadaNews – Miris! Kualitas infrastruktur jalan aspal di Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, masih terbatas, yakni hanya 15,82 persen desa yang memiliki jalan utama berpermukaan aspal.

Apalagi daerah tersebut masih berstatus sangat tertinggal dengan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tantangan besar, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga akses layanan dasar.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Republik Indonesia, dikutip Selasa (30/6/2026), menunjukan tingkat partisipasi pendidikan di wilayah ini masih tergolong rendah.

Angka partisipasi jenjang SMP tercatat sebesar 77,36 persen, sedangkan partisipasi SMA hanya 45,99 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan terbatasnya ketersediaan fasilitas pendidikan di tingkat desa.

Hanya 55,93 persen desa yang memiliki sekolah dasar (SD), sementara desa yang memiliki sekolah menengah pertama (SMP) hanya mencapai 13,56 persen. Dari sisi akses, sebanyak 45,76 persen desa dinilai memiliki kemudahan menjangkau SMP.

Kondisi sektor kesehatan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Desa yang memiliki dokter hanya mencapai 8,47 persen, sedangkan desa yang memiliki fasilitas kesehatan baru 30,51 persen. Meski demikian, sebanyak 72,88 persen desa dinilai relatif mudah menjangkau fasilitas kesehatan.

Pada aspek kesehatan masyarakat, cakupan balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap baru mencapai 47,93 persen. Sementara itu, persalinan dengan bantuan tenaga penolong pada perempuan usia 15-49 tahun yang melahirkan dalam dua tahun terakhir tercatat sebesar 77,06 persen.

Di bidang infrastruktur dan layanan dasar, hampir seluruh rumah tangga telah menikmati akses listrik dengan persentase 98,41 persen. Namun, akses terhadap air bersih masih sangat rendah. Hanya 2,4 persen rumah tangga yang tercatat menggunakan air bersih sebagai sumber utama.

Selain itu, rumah tangga yang menggunakan telepon baru mencapai 25,31 persen, sedangkan penduduk pengguna internet hanya 1,06 persen, mencerminkan masih lebarnya kesenjangan digital di wilayah tersebut.

Dari sisi ekonomi, penduduk yang bekerja di sektor nonpertanian hanya sebesar 6,09 persen, sementara proporsi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan nonmakanan mencapai 21,79 persen. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih didominasi sektor primer.

Sementara itu, kualitas infrastruktur jalan juga masih terbatas. Hanya 15,82 persen desa yang memiliki jalan utama berpermukaan aspal.

Di sisi lain, terdapat indikator yang menunjukkan kondisi sosial relatif kondusif. Seluruh desa di Mamberamo Tengah tercatat tidak mengalami bencana maupun konflik sosial, masing-masing dengan persentase 100 persen.

Data tersebut menggambarkan Mamberamo Tengah masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan, terutama pada peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur dasar, serta konektivitas digital.

Perbaikan pada sektor-sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pengentasan status daerah sangat tertinggal.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *