PravadaNews – Rendahnya kebugaran jasmani masyarakat Indonesia membuat tren olahraga perlu dibaca lebih dari sekadar gaya hidup. Dalam situasi itu, Hyrox ikut menarik perhatian warganet karena menawarkan latihan yang menguji daya tahan tubuh.
Olahraga intensitas tinggi ini terlihat menarik karena berbeda dari latihan kebugaran biasa. Namun, tren ini tetap perlu dipahami bersama kesiapan tubuh, terutama ketika banyak orang tertarik mencobanya setelah ramai di media sosial.
Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyoroti kondisi kebugaran masyarakat melalui Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Tahun 2024. Data itu menunjukkan 55,5% atau 114 juta penduduk Indonesia masuk kategori kurang sekali tingkat kebugarannya.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi yang Terkandung dalam Daun Bawang
Sementara itu, kategori baik ke atas hanya 6,3% atau setara dengan 12,9 juta penduduk Indonesia. Angka ini menunjukkan kebiasaan bergerak masih menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat.
Lalu, sebenarnya apa itu Hyrox yang belakangan ramai dibicarakan komunitas kebugaran? Hyrox merupakan kompetisi hybrid fitness yang memadukan lari dan latihan fungsional dalam satu rangkaian.
Peserta berlari sejauh 1 kilometer, lalu menyelesaikan satu tantangan kekuatan sebelum kembali berlari. Pola tersebut diulang delapan putaran, sehingga tubuh bergantian menghadapi latihan kardio dan latihan otot.
Dilansir dari laman AloDokter, Hyrox dirancang sebagai kompetisi kebugaran yang dapat diikuti pemula maupun atlet berpengalaman.
“Hyrox dapat menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan sekaligus efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental,” tulis sumber kesehatan tersebut, dikutip Kamis (2/7/2026).
Manfaat Hyrox terlihat dari cara latihan ini melatih kerja jantung dan paru. Kombinasi lari dan functional training membuat tubuh menggunakan oksigen lebih efisien saat bergerak dalam intensitas tinggi.
Latihan ini juga membantu memperkuat otot karena tantangannya melibatkan banyak bagian tubuh. Gerakan seperti sled push, sled pull, farmers carry, sandbag lunges, dan wall balls melatih kaki, hingga otot inti.
Bagi orang yang ingin menjaga komposisi tubuh, Hyrox dapat mendukung pembakaran kalori melalui gabungan kardio dan latihan beban. Manfaat ini tetap perlu ditopang konsistensi latihan, ataupun waktu pemulihan yang cukup.
Dari sisi mental, Hyrox menuntut peserta menjaga fokus ketika tubuh mulai lelah. Tantangan berulang dalam perlombaan dapat melatih disiplin, strategi mengatur tenaga, kepercayaan diri, dan kemampuan menghadapi tekanan.
Meski menawarkan sejumlah manfaat, Hyrox tidak sebaiknya dimulai hanya karena mengikuti tren. Pemula perlu membangun kebugaran bertahap sampai mempelajari teknik gerakan.
Adapun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menempatkan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam pencegahan penyakit tidak menular.
Di Indonesia, AirAsia HYROX Jakarta digelar pada 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten. Ajang ini menjadi salah satu momentum masuknya kompetisi hybrid fitness tersebut ke komunitas olahraga Tanah Air.















