PravadaNews – Ketegangan keamanan Selat Hormuz meningkat setelah tuntutan Washington terhadap Teheran terkait kebebasan pelayaran dan aturan lintasan kapal internasional.
Pemerintah Amerika Serikat meminta Iran memberikan jaminan terbuka agar kapal tidak diserang serta tidak dikenakan biaya pelayaran melalui Selat Hormuz. Pejabat resmi Amerika Serikat anonim menyampaikan tuntutan tersebut dengan mengutip laporan resmi terkait kebijakan Washington yang tidak disebutkan namanya.
“Yang kami tuntut adalah Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui seluruh jalur Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal,” ujar pejabat Amerika Serikat tersebut melansir Kantor Berita TASS, Sabtu (11/7/2026).
Lebih lanjut, Washington juga meminta Iran menyatakan tidak memiliki rencana menetapkan biaya bagi kapal yang melintasi jalur perdagangan strategis tersebut.
Sementara itu, Direktur Proyek Iran International Crisis Group (ICG) Ali Vaez menilai konflik Hormuz mencerminkan perbedaan kepentingan strategis antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
Adapun analisis Ali menyebut konflik kawasan berjalan dengan tujuan berbeda sehingga upaya mencapai penghentian permusuhan menghadapi tantangan.
“Amerika Serikat, Iran, dan Israel berperang dalam konflik berbeda di wilayah yang sama sehingga gencatan senjata yang bertahan lama sulit tercapai,” kata Ali Vaez, dikutip Sabtu (11/7).
Selanjutnya, Ali Vaez menjelaskan pengaruh Iran di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama dalam dinamika keamanan kawasan dan perdagangan global.
Di sisi lain, kebijakan Washington terhadap Hormuz memperlihatkan persaingan kepentingan terkait kendali keamanan pelayaran internasional di kawasan Timur Tengah















