Pantauan awal tahun ajaran baru 2026 di SMP Negeri 25 Jakarta. (Foto : Dok. Insignia Rizki/PravadaNews)

Beranda / Nasional / Edukasi Lingkungan di Hari MPLS

Edukasi Lingkungan di Hari MPLS

PravadaNews – Minimnya kebiasaan memilah sampah sejak dini mendorong SMP Negeri 25 Jakarta memasukkan edukasi lingkungan ke dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Staf Tata Usaha SMP Negeri 25 Jakarta Imam Neryanto menjelaskan materi lingkungan diberikan bersamaan dengan pengenalan tata tertib sekolah. Program tersebut diarahkan untuk membentuk kedisiplinan serta tanggung jawab peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, Imam menyebut pengenalan karakter dan kepedulian lingkungan menjadi bagian utama kegiatan bagi peserta didik baru.

“Pada hari pertama MPLS, materinya lebih berfokus pada pengenalan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengenalan sekolah kepada peserta didik baru,” ujar Imam saat ditemui team PravadaNews, Senin (13/7/2026).

Adapun materi pengelolaan sampah dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan pemilahan serta pemanfaatan sampah bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut berpeluang dikembangkan maelalui pengumpulan, penimbangan, dan pencatatan sampah dalam program bank sampah sekolah.

Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar edukasi lingkungan tidak berhenti sebagai materi pengenalan semata. Penyuluhan tersebut dapat diarahkan menjadi kegiatan bank sampah yang terstruktur, rutin, dan melibatkan peserta didik.

Sementara itu, pemerintah pusat mengalokasikan Rp70 miliar untuk program pengelolaan sampah berbasis masyarakat pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut mencakup penguatan bank sampah, TPS3R, komposter, kontainer, serta pengurangan praktik open dumping.

Kebijakan tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk menghubungkan edukasi lingkungan dengan praktik ekonomi sirkular. Peserta didik dapat mempelajari nilai jual sampah sekaligus memahami proses pengelolaan tabungan melalui bank sampah.

Seperti diketahui, materi lingkungan dalam MPLS dapat menjadi fondasi pengembangan bank sampah sekolah secara berkelanjutan. Kolaborasi sekolah dan pemerintah berpotensi membentuk kebiasaan memilah sampah sekaligus memperkuat pendidikan lingkungan sejak dini.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *