Ilustrasi Minyak B50. (Foto: PravadaNews/IA

Beranda / Ekonomi / DPR Dukung Program B50

DPR Dukung Program B50

PravadaNews – DPR menyebut program biodiesel B50 berbahan baku minyak sawit (CPO) yang diluncurkan pemerintah menunjukkan peran strategis sawit dalam mendukung transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, implementasi B50 merupakan tonggak penting dalam hilirisasi industri sawit nasional yang selama ini terus didorong oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Kami dukung penuh implementasi mandatory B50 yang ditopang daya dukung penggunaan minyak sawit CPO, namun Kementan juga harus memperhatikan ketersediaan CPO nasional”, tuturnya dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional, di Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Disisi lain, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan sejumlah tantangan terhadap ketersediaan CPO ke depan. Selain itu, implementasi B50 diproyeksikan meningkatkan nilai tambah crude palm oil (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun.

Ia melihat, implementasi B50 diperkirakan meningkatkan konsumsi domestik CPO sekitar 1-2 juta ton per tahun, sehingga memperketat pasokan ekspor dan menjaga harga CPO tetap tinggi.

“Proyeksi kebutuhan CPO kedepannya juga harus diperhatikan, selain itu infrastruktur kesiapannya juga menjadi hal penting dengan memperhatikan potensi distribusi nasional. Antisipasi agar penggunaan CPO dalam B50 ini juga harus dipastikan tidak mempengaruhi kenaikan harga pangan nasional seperti minyak goreng”, imbuhnya.

Seperti yang diketahui, program B50 merupakan salah satu katalis struktural paling positif bagi industri sawit Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Program ini memberikan sejumlah katalis positif, seperti peningkatan permintaan domestik, penguatan harga CPO, serta penguatan hilirisasi. Dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri, maka stok CPO nasional menjadi lebih terkendali, tekanan oversupply berkurang, dan harga CPO menjadi lebih stabil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, penggunaan biodiesel B50 membuat kebutuhan impor solar berkurang secara signifikan. Semakin sedikit impor bahan bakar, semakin kecil pula devisa yang harus dikeluarkan negara.

“Kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp170 triliun. USD10 miliar kita hemat,” kata Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.

Presiden Prabowo menegaskan, penghematan tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya alam nasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *