PravadaNews – Masa tua yang sehat dapat terganggu ketika tekanan darah tinggi berkembang tanpa gejala dan baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.
Karena itu, pemeriksaan tensi perlu dilakukan secara berkala agar hipertensi dapat ditemukan sebelum mengganggu fungsi organ tubuh.
Ketika tekanan darah tetap terkendali, jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Beban kerja yang lebih ringan dapat membantu menekan risiko gangguan jantung pada usia lanjut.
Selain jantung, tekanan darah yang stabil juga menjaga aliran darah menuju otak agar tetap lancar. Kondisi tersebut mengurangi risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
Namun, pengendalian tensi tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan karena pola makan turut memengaruhi tekanan darah setiap hari.
“Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur kaya akan kalium, kalsium, dan serat yang penting untuk menjaga tekanan darah,” tulis Halodoc dalam laman kesehatannya, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Diketahui, kandungan kalium membantu menyeimbangkan natrium dalam tubuh sehingga tekanan darah lebih mudah dikendalikan.
Sebaliknya, makanan olahan perlu dibatasi karena kandungan garamnya dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah.
Jika tekanan darah terus terjaga, pembuluh darah kecil pada ginjal dan mata juga lebih terlindungi dari kerusakan. Perlindungan terhadap jantung, otak, ginjal, serta mata membantu seseorang mempertahankan aktivitas.
Upaya tersebut kini diperkuat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang memasuki tahap pengobatan penyakit kronis sejak 2026. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta orang telah mengikuti program tersebut dari target 130 juta peserta pada akhir tahun.
“Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/7).
Data sementara menunjukkan 35,4% pasien hipertensi temuan CKG 2025 kembali diperiksa pada 2026 dan 46,9 persen di antaranya berhasil mengendalikan tekanan darah.
Pemerintah menargetkan sedikitnya separuh penderita hipertensi menjalani pengobatan rutin dan separuh dari kelompok tersebut mencapai kondisi terkendali.















