Teaser poster film Memburu Pemangsa. (Foto: Dok. Poplicist)

Beranda / Infotaiment / Film Memburu Pemangsa Ungkap Risiko Jurnalis

Film Memburu Pemangsa Ungkap Risiko Jurnalis

PravadaNews – Film Memburu Pemangsa memperlihatkan pencarian pelaku kejahatan terhadap anak yang menuntut keberanian jurnalis tanpa mengabaikan keselamatan korban.

Tantangan itu muncul ketika empat jurnalis perempuan harus mengumpulkan bukti, menghadapi ancaman, dan menentukan informasi yang aman disampaikan kepada publik.

“Teaser trailer film ini juga jadi pengingat untuk kita semua, bukan hanya orangtua, tapi masyarakat agar selalu aware dan peduli terhadap perlindungan dan hak anak,” kata Aktris, Laura Basuki dalam keterangan resmi yang diterima PravadaNews, Jumat (24/7/2026).

Laura menilai, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga. Lingkungan sekitar juga perlu mengenali ancaman yang dapat membahayakan anak.

Pesan tersebut disampaikan melalui penyelidikan kasus penculikan anak yang belum menemukan pelaku. Keempat jurnalis harus bergerak di tengah keterbatasan informasi dan risiko keselamatan.

Mereka tidak hanya mencari petunjuk, tapi juga memeriksa kebenaran setiap temuan. Kesalahan informasi dapat mengganggu penyelidikan sekaligus memperbesar kerugian korban.

Kasus yang melibatkan anak juga menuntut kehati-hatian dalam menentukan bahan publikasi. Identitas dan pengalaman korban tidak dapat disampaikan seperti perkara kriminal pada umumnya.

Adapun proses pengembangan film dilakukan dengan melibatkan Komisi Nasional Perlindungan Anak, redaksi media investigasi, jurnalis, dan akademisi kriminologi.

Konsultasi ini digunakan untuk menjaga penanganan cerita agar tidak mengeksploitasi korban. Langkah itu juga membantu produksi memahami batas etika ketika mengangkat kejahatan terhadap anak.

“Sebagai keseriusan dan bentuk tanggung jawab, kami juga terlebih dulu berkonsultasi ke berbagai pihak mulai dari Komnas Anak, redaksi media, jurnalis, akademisi di bidang kriminologi,” ujar sutradara Memburu Pemangsa, Umay Shahab.

Menurutnya, cerita tersebut berangkat dari kebutuhan menciptakan ruang aman bagi anak. Kejahatan terhadap anak ditempatkan sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui penyelidikan empat tokohnya, film Memburu Pemangsa menunjukkan kerja investigasi bukan sekadar menemukan pelaku, tapi juga melindungi korban selama kebenaran diungkap.

PravadaNews – Film Memburu Pemangsa memperlihatkan pencarian pelaku kejahatan terhadap anak yang menuntut keberanian jurnalis tanpa mengabaikan keselamatan korban.

Tantangan itu muncul ketika empat jurnalis perempuan harus mengumpulkan bukti, menghadapi ancaman, dan menentukan informasi yang aman disampaikan kepada publik.

“Teaser trailer film ini juga jadi pengingat untuk kita semua, bukan hanya orangtua, tapi masyarakat agar selalu aware dan peduli terhadap perlindungan dan hak anak,” kata Aktris, Laura Basuki dalam keterangan resmi yang diterima PravadaNews, Jumat (24/7/2026).

Laura menilai, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga. Lingkungan sekitar juga perlu mengenali ancaman yang dapat membahayakan anak.

Pesan tersebut disampaikan melalui penyelidikan kasus penculikan anak yang belum menemukan pelaku. Keempat jurnalis harus bergerak di tengah keterbatasan informasi dan risiko keselamatan.

Mereka tidak hanya mencari petunjuk, tapi juga memeriksa kebenaran setiap temuan. Kesalahan informasi dapat mengganggu penyelidikan sekaligus memperbesar kerugian korban.

Kasus yang melibatkan anak juga menuntut kehati-hatian dalam menentukan bahan publikasi. Identitas dan pengalaman korban tidak dapat disampaikan seperti perkara kriminal pada umumnya.

Adapun proses pengembangan film dilakukan dengan melibatkan Komisi Nasional Perlindungan Anak, redaksi media investigasi, jurnalis, dan akademisi kriminologi.

Konsultasi ini digunakan untuk menjaga penanganan cerita agar tidak mengeksploitasi korban. Langkah itu juga membantu produksi memahami batas etika ketika mengangkat kejahatan terhadap anak.

“Sebagai keseriusan dan bentuk tanggung jawab, kami juga terlebih dulu berkonsultasi ke berbagai pihak mulai dari Komnas Anak, redaksi media, jurnalis, akademisi di bidang kriminologi,” ujar sutradara Memburu Pemangsa, Umay Shahab.

Menurutnya, cerita tersebut berangkat dari kebutuhan menciptakan ruang aman bagi anak. Kejahatan terhadap anak ditempatkan sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui penyelidikan empat tokohnya, film Memburu Pemangsa menunjukkan kerja investigasi bukan sekadar menemukan pelaku, tapi juga melindungi korban selama kebenaran diungkap.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *