PravadaNews – Komisi E DPRD DKI Jakarta menjadikan perluasan program Sekolah Gratis dan fasilitas Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai prioritas dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 bersama Dinas Pendidikan.
Komisi E mengusulkan agar pemerintah daerah mengalihkan 50 persen anggaran beasiswa atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk kedua program tersebut.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Subki menjelaskan, semula alokasi anggaran untuk Program Beasiswa LPDP DKI diusulkan sebesar Rp99,9 miliar.
Namun, Subki menilai hal itu kurang efektif. Mengingat, kondisi perekonomian di Jakarta belum stabil. “LPDP silakan dilanjutkan, tapi porsinya dikurangi,” ujar Subki di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, Program Beasiswa LPDP belum menyasar kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh. Justru, pelu pemenuhan akses pendidikan dasar untuk siswa kurang mampu dan anak berkebutuhan khusus.
Karena itu, Komisi E menginginkan agar alokasi dana LPDP dibagi dua. “Jadi untuk LPDP separuh, untuk sekolah swasta gratis dan SLB separuh,” tutur Subki.
Kendati demikian, Subki menyadari, Program Beasiswa ke Luar Negeri bagi siswa berprestasi juga penting. Menyiapkan SDM berkualitas, sesuai kebutuhan pembangunan Jakarta.
“Kita ingin memproyeksikan mereka sekolah di luar negeri dengan jurusan yang diperlukan DKI Jakarta,” kata Subki.
Di satu sisi, Program Sekolah Swasta Gratis ditargetkan sebanyak 103 sekolah di 2026. Dengan begitu, akses pelayanan pendidikan bagi warga kurang mampu terpenuhi secara merata di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Kita ingin adanya penambahan sekolah swasta gratis dari yang kemarin 103. Supaya progres sekolah gratis ini semakin banyak,” tegas Subki.
Subki menyoroti minimnya ketercukupan fasilitas sekolah anak-anak disabilitas di Jakarta. Karena itu, butuh perhatian ekstra penambahan alokasi anggaran untuk SLB.
“Anak-anak kita yang istimewa harus mendapatkan layanan yang cukup. Paling tidak progresnya ada,” pungkas Subki.















