Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi (kanan) menyerahkan plakat usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Mapolres Sumedang. (Foto: Dokumentasi Humas Polri)

Beranda / Daerah / Polri Dorong Stabilitas Harga di Sumedang

Polri Dorong Stabilitas Harga di Sumedang

PravadaNews – Ketahanan pangan dan stabilitas harga menjadi tantangan yang tak hanya membutuhkan kebijakan dari pemerintah, tetapi juga kolaborasi berbagai elemen di daerah.

Semangat tersebut turut didorong Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg 67 (Poklat 7) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Mapolres Sumedang, Jawa Barat.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai pandangan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang relevan dengan kondisi di daerah.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi.

Pelaksanaan FGD juga diawasi langsung Brigjen Pol Nurcholis serta disupervisi Kombes Pol Purwanto, sebagai bagian dari upaya memastikan pembahasan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Nurcholis mengatakan, FGD ini berjalan sukses dan lancar. Melalui FGD ini, Polri berharap, Sumedang dapat segera terwujud dengan hadirnya harga sembako yang stabil, terjangkau dan aman untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tak hanya fokus pada stabilisasi harga, FGD juga menggali potensi lokal Sumedang. Pemberdayaan Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan menjadi salah satu strategi yang didorong untuk mendongkrak pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Nurcholis, Jumat (14/8/2026).

Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma’ruffi mengatakan, dari sisi penegakan hukum, kepolisian berkomitmen memperketat pengawasan terhadap gudang-gudang distributor.

Langkah preventif ini dinilai krusial untuk mencegah praktik penimbunan yang sering menjadi biang kerok melonjaknya harga sembako dipasaran.

“Menjawab keresahan tersebut, forum merumuskan beberapa solusi nyata. Selain mendorong pendirian pasar induk, inovasi “Bazar Pasar Murah” juga digagas agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih miring,” kata Reza.

Diketahui, FGD ini mempertemukan 11 perwira menengah kepolisian dengan berbagai elemen penting daerah. Mulai dari Kasatreskrim Polres Sumedang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asosiasi Pengelola Pasar hingga tokoh masyarakat setempat.

Diskusi menyoroti dinamika harga pasar yang kerap membebani warga. Salah satu isu utama yang diangkat adalah belum adanya pasar induk di Sumedang.

Akibatnya, para pedagang lokal terpaksa berperan sebagai agen, yang membuat harga jual di tingkat konsumen menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan harga distributor. Tokoh masyarakat yang hadir, H. Sobirin, menyambut baik langkah proaktif ini.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *