PravadaNews – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat membantu dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengungkapkan, kini masih ditemukan anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah dengan perut kosong.
“Masih ada anak-anak kita yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Masih memilih antara membeli makanan atau biayai pengobatan,” kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Muzani mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah membuat terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Dari situ, kata Muzani, pemerintah melahirkan program MBG yang sampai saat ini terus berjalan.
“Dalam kerangka itulah kita memandang program MBG sebagai terobosan mewujudkan generasi emas tahun 2045,” ujar Muzani.
Sebelumnya, pemerintah menegaskan tidak akan menghentikan program MBG. Sebab, pembangunan manusia dimulai dari pemenuhan gizi anak-anak.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemenuhan gizi anak-anak Indonesia sangat penting untuk mengatasi stunting. Kata Prabowo, tingkat stunting di Indonesia sempat menyentuh 25% di sejumlah wilayah.
Maka dari itu, Presiden Prabowo ingin MBG dijalankan untuk mengatasi permasalahan stunting yang terjadi saat ini. “Kita laksanakan MBG untuk atas itu (stunting),” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Presiden Prabowo menegaskan pelaksanaan program MBG akan dilakukan perbaikan. Selain itu, MBG juga akan dilakukan efisiensi. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengutuk pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari program MBG tersebut.
“Mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab. Tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” kata Kepala Negara.















