PravadaNews – Penasihat Senior Pemimpin Revolusi Islam, Mohammad Mokhber menegaskan, Selat Hormuz milik Iran. Mokhber juga membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait jalur perairan strategis tersebut.
Dalam wawancara dengan Al Mayadeen, Mokhber mengatakan bahwa Trump sedang berkhayal mengenai Selat Hormuz. Mokhber menegaskan, Iran adalah satu-satunya pihak yang akan terus menentukan bagaimana jalur perairan tersebut dikelola.
“Kami memiliki undang-undang terkait hal ini yang berlaku di Majelis Permusyawaratan Islam, dan terdapat pula keputusan yang diambil oleh Pemimpin (Revolusi Islam) mengenai Selat Hormuz,” ujar Mokhber, melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Kamis (20/8/2026).
Mokhber menambahkan, Selat Hormuz akan dikelola sepenuhnya berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Republik Islam Iran.
Mokhber menepis pernyataan Trump dengan menyebutnya “tidak logis, tidak efektif, dan sia-sia,” serta menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak akan memberikan dampak apa pun.
“Kami sepenuhnya siap, kami tidak menginginkan perang, namun kami senantiasa siap untuk mempertahankan negara,” tegasnya.















