PravadaNews — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mulai mengkhawatirkan dari sisi kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu paparan asap tercatat mencapai 66.679 kasus.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta pemerintah segera memperkuat penanganan kesehatan di wilayah terdampak. Yahya menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan.
Yahya meminta Kemenkes menyiapkan protokol kesehatan khusus bagi masyarakat Kalteng. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dinilai perlu diterapkan untuk mengurangi paparan asap.
“Jika situasinya terus memburuk dan semakin masif pemerintah perlu menetapkan kejadian luar biasa,” kata Yahya, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar penanganan ISPA dapat berlangsung cepat dan terintegrasi.
Yahya juga meminta pemerintah mempertimbangkan evakuasi warga apabila kualitas lingkungan semakin membahayakan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia dinilai membutuhkan perlindungan khusus.
Selain perlindungan masyarakat, Yahya mendorong penguatan fasilitas kesehatan di daerah terdampak. Pemerintah diminta memastikan ketersediaan tenaga medis, tenaga kesehatan, rumah sakit, serta bantuan masker.
Koordinasi antara Kemenkes dan Pemerintah Daerah Kalteng juga dinilai penting dalam menghadapi peningkatan kasus ISPA. Penanganan kesehatan masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya mengendalikan karhutla.
Data BPBD Kalteng menunjukkan dampak karhutla tidak hanya terlihat dari peningkatan kasus kesehatan. Sebanyak 46 kejadian karhutla juga tercatat di wilayah tersebut.
Menurut data yang dilaporkan BPBD Kalteng, luas area yang terbakar telah mencapai 148,71 hektare. Kondisi itu turut menghasilkan asap yang kemudian berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah.
Jumlah titik panas di Kalteng juga masih tinggi. BPBD Kalteng mencatat terdapat 1.026 hotspot berdasarkan data yang dihimpun hingga 18 Agustus 2026.
Penanganan karhutla melibatkan lebih dari 10 ribu personel gabungan. Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mengatasi kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Yahya menilai pemerintah perlu bergerak sebelum kondisi kesehatan masyarakat semakin memburuk. Anggota Komisi IX DPR RI itu meminta langkah penanganan dilakukan secara terpadu dengan memperkuat perlindungan bagi warga terdampak.
Dengan jumlah kasus ISPA yang telah mencapai 66.679 kasus, dampak karhutla kini menjadi persoalan kesehatan yang serius di Kalteng. DPR mendorong pemerintah mengambil langkah lebih tegas apabila kondisi terus memburuk.















