5 kelompok makanan dan minuman yang perlu dihindari. (Foto: AI)

Beranda / Kesehatan / 5 Kelompok Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Kesehatan Ginjal

5 Kelompok Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Kesehatan Ginjal

PravadaNews – Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh. Organ ini juga membantu menjaga keseimbangan cairan sehingga pola makan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Pola makan tinggi natrium dan makanan ultraolahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Karena itu, konsumsi beberapa kelompok makanan sebaiknya dikendalikan, terutama bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.

  1. Camilan Kemasan Tinggi Natrium

Keripik, makanan ringan, dan camilan kemasan lainnya dapat mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah yang berkaitan dengan risiko penyakit ginjal.

WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari. Jumlah tersebut setara dengan kurang dari lima gram garam.

  1. Daging Olahan

Sosis, kornet, daging asap, dan produk sejenis perlu dikonsumsi secara terbatas. Makanan tersebut kerap mengandung natrium serta bahan tambahan yang perlu diperhatikan.

National Kidney Foundation memasukkan daging olahan sebagai makanan yang perlu dibatasi dalam pola makan bagi penderita penyakit ginjal kronis. Sumber protein seperti telur, tahu, dan tempe dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan masing-masing.

  1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Minuman bersoda, teh kemasan, dan minuman berpemanis lainnya dapat menyumbang asupan gula dalam jumlah cukup besar. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes yang berkaitan dengan penyakit ginjal.

Namun, konsumsi minuman bersoda tidak bisa secara langsung disebut sebagai penyebab kerusakan ginjal. Risiko kesehatan juga dipengaruhi jumlah konsumsi, pola makan secara keseluruhan, dan kondisi setiap individu.

  1. Makanan dengan Fosfat Tambahan

Fosfor memang dibutuhkan tubuh, tetapi penderita gangguan ginjal dapat kesulitan membuang kelebihan mineral tersebut. Fosfat tambahan pada makanan olahan juga lebih mudah diserap tubuh.

Bahan tambahan tersebut dapat ditemukan pada makanan olahan, daging olahan, keju olahan, dan minuman cola. Konsumen dapat memeriksa label komposisi dengan memperhatikan istilah yang mengandung kata “phos”.

  1. Makanan Cepat Saji dan Ultraolahan

Makanan cepat saji, mi instan, makanan siap santap, serta produk ultraolahan dapat mengandung natrium cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat membuat pengendalian asupan natrium menjadi lebih sulit.

National Kidney Foundation menyarankan pembatasan makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, dan makanan dengan tambahan fosfat. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan menghindari satu jenis makanan. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, dan kondisi kesehatan turut menentukan.

Kebutuhan makanan bagi penderita penyakit ginjal juga tidak selalu sama. Pengaturan natrium, kalium, dan fosfor sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien serta hasil pemeriksaan medis.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *